Dikabarkan Hilang ditelan Badai, Nelayan Talaud Kembali Pulang

(Foto Humas Polda Sulut)

Talaud, komunikasulut.com — Nasib mujur menimpa seorang nelayan asal Desa Bantane, Kecamatan Rainis, Kabupaten Kepulauan Talaud. Setelah dikabarkan menghilang ketika sedang melaut, pria bernama Gideon Tamahata (51) kembali dengan selamat pada Jumat (13/7/2018).

Kabar baik tersebut telah dikonfirmasi oleh Kapolsek Rainis, Ipda David Gagola.

“Korban yang sempat dinyatakan hilang, telah  ditemukan dalam kondisi baik-baik saja dan sehat,” jelas Ipda David Gagola.

Kejadian diawali ketika Jansen Panebare (45) seorang PNS, warga Desa Tabang Barat, Kecamatan Rainis –yang merupakan saudara Gideon– melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Rainis, Kamis (12/7/2018) pukul 23.40 WITA.

Jansen menjelaskan jika saudaranya tidak kunjung kembali dan diduga hilang ketika sedang melaut di perairan sekitar Desa Nunu Rainis dengan menggunakan rakit. Cuaca buruk diduga menjadi penyebab hilangnya Gideon.

Mendapatkan laporan tersebut, Kapolsek bersama personil Polsek Rainis, pemerintah desa dan masyarakat melakukan upaya pencarian dengan menggunakan kapal pajeko. Awalnya proses pencarian tidak membuahkan hasil, namun setelah kondisi perairan yang sedang dilanda badai mereda, Gideon yang telah dinyatakan hilang dengan sendirinya kembali ke darat dengan menggunakan pambout sekira pukul 03.00 WITA, Jumat (13/7/2018).

Berdasarkan keterangan Gideon, dia dihantam badai ketika sedang melaut dan akhirnya memutuskan untuk berlindung di sebuah rakit –dengan cara mengikatkan perahunya–sampai akhirnya bisa selamat melewati badai tersebut.

Berdasarkan kejadian itu, Ipda David Gagola selaku Kapolsek Rainis mengimbau kepada warga yang ingin beraktivitas di laut untuk berhati-hati, mengingat kondisi cuaca di wilayah perbatasan saat ini masih mengalami cuaca buruk.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Bitung pun telah mempublikasikan informasi prakiraan cuaca di seputaran wilayah Sulut. Pada hari Kamis (12/7/2018) hingga beberapa hari kedepan wilayah Sulut akan mengalami cuaca buruk; hujan mendadak, angin kencang dan gelombang tinggi di beberapa perarian.

Hal ini disebabkan adanya sistem tekanan rendah di sebelah utara Halmahera yang bergerak mendekati wilayah Filipina. Dan menimbulkan adanya pusat sistem tekanan rendah di wilayah Sulut, sehingga menyebabkan cuaca menjadi tidak bersahabat untuk beberapa hari kedepan.

Untuk wilayah perairan Talaud, Sangihe dan laut Maluku bagian utara sendiri, BMKG mereleased peringatan dini gelombang tinggi di tiga wilayah perairan tersebut. Dimulai tanggal 14 Juli 2018 pukul 08.00 WITA sampai tangga 15 Juli 2018 pukul 08.00 WITA, diperkirakan tinggi gelombang akan mencapai 1.25-2.50 meter. Sehingga masyarakat diharapkan berhati-hati dan bijak dalam mengambil keputusan ketika ingin beraktivita di laut.

Surat edaran BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Bitung perihal peringatan dini gelombang tinggi.

(RE)