Fispol Unsrat Tuan Rumah Pertemuan Forum Dekan Ilmu Sosial se-Indonesia

Manado, komunikasulut.com — Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fispol) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) jadi tuan rumah perhelatan nasional Pertemuan Forum Dekan Ilmu Sosial Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia pada Kamis (12/7/2018) hingga Sabtu (14/7/2018).

Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini, yaitu Seminar Nasional dengan bertemakan “Reformulasi Sistem Demokrasi dalam Kompetisi Elektoral di tengah-tengah Kegaduhan Politik Bangsa,” yang berlangsung di Swiss-Belhotel Maleosan Manado.

Kepada komunikasulut.com, Ketua Forum Dekan Ilmu Sosial PTN se-Indonesia, Prof. Dr. Sahya Anggara, M.Si, menyampaikan intisari pembahasan dalam seminar nasional tersebut.

“Sesuai tema kali ini, kita membahas soal politik dan demokrasi bangsa Indonesia. Kita ingin mengkritisi dan mencarikan solusi alternatif dalam mengatasi kegaduhan yang sedang terjadi dalam politik dan demokrasi bangsa kita, seperti halnya money politic atau politik transaksional yang masih merajalela di masyarakat Indonesia,” jelas Dekan Fisip Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung itu.

Sebagai akademisi, tambah Sahya, kami merasa ini adalah tanggung jawab untuk mendidik masyarakat agar tidak berpikir pragmatis, tidak berpikir sempit, antipatis dan apatis. Demokrasi kita sekarang ini terkesan telah ditukar dengan uang. Masa demokrasi kita seperti ini, bagaimana kondisi mental generasi muda bangsa kita kedepannya? Mental mereka akan terbiasa nantinya.

Hasil pertemuan ini akan dituangkan dalam bentuk rekomendasi dan akan disampaikan kepada pihak yang berwenang, yaitu DPR, Mendagri dan KPU. Rekomendasi ini diharapkan menjadi solusi alternatif dalam mengatasi permasalahan politik dan demokrasi di negeri ini serta diharapkan pileg 2019 akan lebih baik, tandas Sahya.

Selain itu, Dekan Fispol Unsrat, Dr. Drs. Novie Pioh, M.Si, juga menjelaskan tujuan utama pertemuan forum dekan kali ini.

“Hal yang sangat dibutuhkan dalam pertemuan ini adalah konferensi para dekan. Konferensi akan merumuskan apa yang sudah dibicarakan berdasarkan tema seminar. Satu hal yang saya lihat disini adalah persoalan pemilihan kepala daerah hingga pemilihan presiden,” ujarnya.

Berdasarkan permasalahan-permasalahan politik dan demokrasi yang terjadi di Indonesia saat ini, lanjut Pioh, baik itu konflik sosial maupun konflik politik, dalam forum kita akan membicarakan formulasinya kedepan. Apakah kita masih menggunakan tatanan demokrasi secara langsung atau dalam tatanan demokrasi berdasarkan perwakilan. Karena ada argumentasi seperti itu yang dibahas dalam seminar antara narasumber dan penanya. Hasilnya akan dituangkan dalam sebuah rekomendasi.

Kiranya rekomendasi yang dihasilkan dalam forum dekan ini bisa menjadi sebuah kebijakan negara yang nanti diputuskan oleh elit politik dan elit birokrat, tutup Pioh.

Adapun, Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, M.Sc, DEA, yang menyempatkan diri untuk hadir dalam kegiatan nasional ini, mengharapkan agar forum bisa memperoleh output dan solusi yang tepat dalam mengatasi berbagai permasalahan –politik dan demokrasi– yang ada di Indonesia.

“Kondisi berbangsa dan bernegara sekarang ini tampak semakin rumit. Apalagi dengan maraknya informasi hoax dan konflik politik pemilihan kepala daerah hingga ancaman terorisme,” tutur Srikandi Unsrat itu.

“Semoga dalam forum akademisi di bidang ilmu-ilmu sosial seperti ini, dapat diperoleh berbagai kontribusi solutif terhadap permasalahan kekinian bangsa,” pungkasnya.

Berdasarkan keterangan panitia, Pertemuan Forum Dekan Ilmu Sosial PTN se-Indonesia dihadiri para dekan/delegasi dekan dari kurang lebih 68 fakultas ilmu sosial dari kampus negeri se-Nusantara. (RE)