Pemberian penghargaan pada Hari Bhakti Adhyaksa ke-58

Manado, komunikasulut.com  — Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara, M. Reoskanedi, menyematkan penghargaan kepada para pegawai yang sudah mengabdikan diri selama 10 sampai 30 tahun kepada negara. Hal itu dilakukan dalam peringatan hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-58 tahun.

Penyematan dan penyerahan penghargaan itu dilakukan secara simbolis kepada tiga pegawai, dimana Satya Lencana Karya Satya 30 tahun diterima empat pegawai, 20 tahun 13 pegawai dan sepuluh tahun kepada 11 pegawai.

Kajati yang membacakan sambutan Jaksa Agung RI H.M Prasetyo mengatakan, HBA tahun ini mengangkat tema “Berkarya dan Berbakti Sepenuh Hati Menjaga Negeri”.

“Hal ini masih relevan dengan upaya yang harus kita lakukan bersama untuk menjaga keutuhan dan upaya membangun bangsa yang masih sering dihadapkan pada berbagai masalah dan persoalan sekitar keberagaman, kebhinekaan dan kebangsaan yang mengganggu persatuan kesatuan bangsa dan dapat mengancam keutuhan NKRI,” katanya.

Dengan masih adanya kenyataan itu, mendorong kita untuk harus tetap menjaga kewaspadaan serta memelihara kepekaan diri dan menajamkan perhatian terhadap tiga hal pokok.

Pertama, komitmen menjaga konsistensi meningkatkan kinerja dan hubungan sinergitas.

Kedua, meningkatkan intensitas kegiatan dan produktifitas capaian untuk menunjukkan kehadiraan kejaksaan secara aktual di tengah-tengah masyarakat setiap saat dibutuhkan.

Ketiga, memupuk tekad semangat meningkatkan dedikasi dan loyalitas, menghindarkan disparitas perlakuan dan pelayanan kepada semua pihak tanpa membuat perbedaan serta pelaksanaan penegakan hukum.

“Agar tidak menimbulkan kesalah pahaman di tengah suasana keberagaman bagi terciptanya ketentaraman, keamanan dan kedamaian,” katanya.

Ia mengatakan maksud kesungguhan hati dalam berkarya adalah saat mengemban amanah dan setiap melaksanakan tugas, fungsi dan kewenangan jajaran Kejaksaan hendaknya mampu menerjemahkan beragam keinginan dan harapan di tengah dinamika kehidupan sosial kemasyarakatan yang acapkali mengalami perkembangan dan perubahan.

Kemampuan itu hanya akan dimiliki manakala segenap insan Adhyaksa mengerti makna semua masalah yang sedang ditangani dan dihadapi, juga memiliki kualitas profesionalisme yang tinggi dimana didalamnya orang tidak semata hanya mengadakan pemikiran dan pengetahuan yang luas disamping analisa yang kritis dan mendalam serta kreatifitas inovasi dan gagasan saja.

Hadir pada peringatan tersebut, yaitu Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, S.E, Kapolda Sulut, Irjen Pol Bambang Waskito, Forum Koordiasi Pimpinan Daerah Sulut (Forkopimda), para pejabat utama Kejati Sulut dan Kepala Kejaksaan Negeri beserta jajaran. (Dims)