Ketua KPK Edukasi Mahasiswa Hukum Unsrat Soal Pemberantasan Korupsi

Wakil Rektor (2) Bidang Administrasi Umum & Keuangan Unsrat, Dr. Ronny Maramis, S.H, M.H (kiri); Ketua KPK, Ir. Agus Rahardjo (tengah); Dekan FH Unsrat, Dr. Flora Kalalo, S.H, M.H (kanan).

Manado, KOMUNIKASULUT.COM — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ir. Agus Rahardjo, memberikan edukasi kepada mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) mengenai tindak pencegahan dan pemberantasan korupsi, Rabu (8/8/2018).

Kedatangan beliau dalam rangka menghadiri kegiatan Seminar Nasional bertemakan “Pencegahan Korupsi di Perguruan Tinggi” di FH Unsrat yang merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan Dies Natalis FH Unsrat ke 60.

Kedatangan kali ini bertujuan untuk memberikan wawasan soal tindak pencegahan korupsi dan penyebarluasan pengetahuan tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Mudah-mudahan ke depan Unsrat akan semakin baik dan pembangunan terus dilanjutkan,” tutur Agus sembari sedikit menyinggung soal proses pembangunan Rumah Sakit Pendidikan di Unsrat yang sementara berlangsung.

Agus mengatakan bahwa perguruan tinggi harus menjadikan edukasi mengenai tindak pencegahan dan pemberantasan korupsi kepada mahasiswa sebagai salah satu prioritas utama.

“Pencegahan pemberantasan korupsi memang harus menjadi prioritas di perguruan tinggi karena dari sinilah calon pemimpin bangsa digembleng dengan ilmu pengetahuan dan pembinaan karakter. Tentu kami sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan bagi Unsrat juga Fakultas Hukum sebagai penyelenggara kegiatan seminar dan terima kasih atas undangannya. Saya senang berada di Manado dan di Unsrat,” jelasnya.

“Pencegahan tindak korupsi memang harus dilakukan sejak dini, apalagi dalam lingkungan kampus karena dari sinilah kita mulai. Perkembangan saat ini sudah semakin baik, dengan kesadaran yang ada maka tidak lama lagi bangsa Indonesia akan menjadi kuat dan sejahtera,” tambah Ketua KPK.

Selain itu, Wakil Rektor (2) Bidang Administrasi Umum & Keuangan Unsrat, Dr. Ronny Maramis, S.H, M.H, yang menjadi salah satu keynote speaker pada seminar tersebut memberikan suport kepada FH Unsrat agar menjadi pelopor dalam mengatasi tindak pencegahan dan pemberantasan korupsi di Unsrat.

Fakultas Hukum harus benar-benar menjadi contoh. Harus dimulai dari Fakultas Hukum untuk proses pendidikan yang tidak bernuansa KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, red) sehingga fakultas-fakultas yang lain bisa meniru prosesnya. Tentu kami sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan bagi Unsrat juga Fakultas Hukum sebagai penyelenggara kegiatan seminar,” papar WR 2.

WR 2 juga mendukung keinginan Ketua KPK untuk menjadikan edukasi soal tindak pencegahan dan pemberantasan korupsi sebagai salah satu prioritas dalam perguruan tinggi.

“Pencegahan pemberantasan korupsi memang harus menjadi prioritas di perguruan tinggi karena dari sinilah calon pemimpin bangsa digembleng dengan ilmu pengetahuan dan pembinaan karakter,” pungkasnya.

Kehadiran Ketua KPK kiranya dapat menjadi tonggak sejarah untuk mensupport pencegahan korupsi di negeri ini terlebih di Unsrat untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama,” tutup WR 2.

Seminar nasional tersebut merupakan kerja sama antara KPK dan FH Unsrat dalam rangka Dies Natalis ke 60 Kampus Merah tersebut. Namun dalam penyelenggaraan kegiatan itu Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, M.Sc, DEA, tidak bisa hadir dikarenakan ada acara yang harus dihadiri.

Para mahasiswa, staff dan tenaga pendidik di FH Unsrat antusias mengikuti kegiatan tersebut hingga memenuhi ruangan. Selama kegiatan, Ketua KPK didampingi oleh WR 2 Unsrat dan Dekan FH Unsrat, Dr. Flora Kalalo, S.H, M.H. (RE)