Aliansi Mahasiswa Manado Bergerak Masif Bantu Sulteng

Manado, KOMUNIKASULUT.COM — Atas dasar kemanusiaan, Aliansi Mahasiswa se Kota Manado serentak mengadakan aksi penggalangan dana secara besar-besaran bagi korban bencana di Sulawesi Tengah.

Kegiatan digelar selama tiga hari: Senin (1/10/2018), Rabu (3/10/2018) dan Senin (8/10/2018) di sejumlah lokasi di Manado (kawasan Kantor Walikota Manado, Patung Maria Walanda Maramis dan Zero Point). Dengan total dana yang terkumpul sebesar Rp 58.365.000 (lima puluh delapan juta tiga ratus enam puluh lima ribu rupiah).

Kepada KOMUNIKASULUT.COM, salah satu inisiator kegiatan, Muhammad Anshar Tadete, mengonfirmasi aksi yang dilakukan oleh para kaum intelektual di Manado itu.

“Dasarnya murni kemanusian dan total gerakan ini untuk membangun tali silaturahmi serta persaudaran sesama mahasiswa se Kota Manado untuk bisa saling membantu korban bencana alam yang terjadi di Sulteng,” ujar Anshar pada Rabu (10/10/2018).

“Aksi ini juga digelar agar persaudaraan antar mahasiswa di berbagai kampus kembali terjalin serta munculnya mahasiswa bersama-sama ke permukaan untuk membuktikan kami bisa bersama dalam langkah dan gerak tak terbatas warna almamater. Dengan kebersamaan di aliansi mahasiswa, kita bisa saling bertukar fikiran terkait penanggulangan kebencanaan dan bagaimana kita juga bisa mengabdi untuk masyarakat kelak,” tambahnya.

Mengantisipasi maraknya aktivitas penjarahan terhadap bantuan bencana ketika menggunakan jalur darat untuk menuju ke Kota Palu, pihak aliansi telah bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sulut untuk penyaluran bantuan tersebut; menggunakan jalur darat dan laut.

“Kami mempercayakan uang yg didapat dalam penggalangan dana itu ke pihak Baznas Sulut, lalu dibelanjakan untuk membantu mereka yang terkena dampak bencana. Bantuan yang dikirim sesuai komunikasi dengan pihak Baznas Sulut, yaitu makanan, pakaian dan peralatan bayi serta anak-anak,” jabar Anshar.

“Bantuan sudah di kirimkan. Terakhir pihak aliansi dan Baznas Sulut telah bersama mengawal bantuan melalui jalur laut dan langsung ke lokasi dengan naik kapal. Tanggal delapan malam telah bertolak dari Bitung ke lokasi. Saya masih menunggu kontak dari teman-teman yang kesana,” tandas Mahasiswa Fakultas Pertanian Unsrat Manado, Program Studi Agronomi itu.

Diketahui, ratusan hingga ribuan mahasiswa dari latar belakang kampus yang berbeda ikut berkontribusi selama penyelenggaraan aksi ini. Sebanyak 12 universitas yang ada di Bumi Nyiur Melambai memadukan diri dalam Aliansi Mahasiswa se Kota Manado Peduli Sulawesi Tengah: Unsrat, Unika De La Salle, Politeknik, UTSU, UNPI, IAIN, IAKN, STIKES, STIE Sulut, Poltekes, Akbid Trinita dan Akper Metuari Waya. (RE)