Bara Hasibuan berikan masukan ke Komisi VIIII soal RUU Pesantren

Manado, (Komunikasulut.com) – Anggota DPR RI Dapil Sulut, Dr. bara Krishan Walewangko, menepati janji menindaklanjuti aspirasi rakyat Sulut terkait RUU Pesantren dan Keagamaan, dengan bertemu dan memberikan masukkan kepada ketua komisi VIII DPR RI, Prof. Ali Taher.

“Saya berdiskusi memberikan masukkan kepada ketua komisi VIII, Prof Ali Taher, mengenai pasal 69 dan 70 RUU tersebut,” kata Bara Hasibuan, kepada Komunikasulut.com, Sabtu.

Bara mengatakan dalam pembahasan tersebut, dia menjelaskan tentang apa itu sekolah minggu, katekisasi, remaja dan pemuda gereja, tentang definisinya yang pada intinya bukanlah kegiatan sekolah formal.

“Saya menjelaskan, bahwa itu adalah tradisi gereja dan tidak pernah berdampak negatif kepada masyarakat, sehingga urusan sekolah minggu, katekisasi, pemuda dan remaja gereja, tidak boleh diatur oleh negara dalam undang-undang,” kata Bara.

Dia mengatakan dengan menyampaikan hal tersebut secara langsung ke ketua komisi diharapkan aspirasi masyarakat dapat diterima dan menjadi bahan pertimbangan untuk diterima.

Sementara staf ahlinya, Leo Alfian Lintang, mengatakan juga menerima masukkan dan diskusi dari Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI, Prof. Thomas Pentury, juga terkait hal tersebut.

“Kami berdiskusi membahas tentang RUU tersebut, sekaligus menyampaikan apa yang harus disampaikan kepada komisi VIII, sebab hal tersebut sudah dirasakan meresahkan warga,” katanya. (Dimas)