Pansus DPRD Manado Pertanyakan Keseriusan Pemerintah Bahas Ranperda Tibum

Pansus menyampaikan sikap terkait pembahasan Ranperda Tibum kemarin. (dims0

Manado 21/11 (Komunikasulut.com) – Panitia khusus (Pansus) DPRD Manado, mempertanyakan keseriusan pemerintah kota dalam membahas Ranperda ketertiban umum (Tibum), karena ketidakhadiran perangkat daerah yang diundang.

“Ketidakhadiran kepada perangkat daerah dalam pembahasan ini, membuat kami mempertanyakan keseriusan pemerintah kota dalam menyelesaikan Ranperda ini,” kata Ketua Pansus, Syarif Saafa, ST, di Manado.

Dia mengatakan, pasti nanti akan muncul tanda tanya, apakah Pansus akan bisa menyelesaikan pembahasan tepat pada waktunya, jika pihak eksekutif tidak bekerja dengan baik, sebab penyelesaian Ranperda itu tergantung dengan keseriusan pemerintah.

“Jika seperti ini kami akan minta untuk mempertimbangkan kembali apakah serius mengajukan Ranperda,” katanya.

Semantara pimpinan Pansus Benny Parasan mengatakan sudah mengundang semua pihak yang berkompeten, supaya bisa membahas secara menyeluruh semua Ranperda tersebut, tetapi sayangnya yang hadir hanya beberapa itupun hanya perwakilan sehingga tidak paham substansi pembahasan. Padahk menurutnya Ranperda tibum itu memuat aturan yang jelas, agar supaya ketika masyarakat melaksanakan ada dasar hukumnya.

Parasan menyebutkan hal-hal yang dibahas untuk masuk dalam Ranperda tersebut antara lain, persoalan saluran air yang diatasnya ada rumah, akan dilegitimasi tidak boleh berlaku surut, sehingga untuk membangun ada estetikanya. Tetapi malah tidak datang tanpa alasan, padahal agenda DPRD menjelang akhir tahun juga padat mulai dari KUA-PPAs sampai RAPBD 2019, sehingga minta keseriusan pemerintah.

Dia mengatakan Perda ini akan langsung diawasi Pol PP, sehingga hal-hal tersebut penting diimplementasikan dalam kehidupan di Manado, jadi sudah memanggil semua pihak yang punya kompetensi, sehingga bisa disepakati yang belum masuk agar tidak ktinggalan. (dims)