Reses di Karombasan Selatan ketua komisi c bantu perbaikan infrastruktur

Lily Binti saat menerima aspirasi di Karombasan Selatan (dims)

Manado (Komunikasulut.com) – Srikandi partai Golkar, yang juga ketua komisi C DPRD, Lily Binti, SE, menemui konstituenya dalam masa reses ketiga 2018, di Keluraha Karombasan Selatan Kecamatan Wanea, Senin sore.

Menyambut aspirasi masyarakat, Libi, sapaan akrab legislator dua periode di Manado itu, didampingi perwakilan dari Dinas Perkim, Sosial, PU dan Sekretaris kecamatan Wanea, serta tokoh masyarakat setempat, Terry Umboh, dan menerima berbagai usulan, saran dan masukan dari warga disampaikan kepada srikandi partai Golkar itu.

Aspirasi pertama datang dari Fredy Pele, warga setempat yang minta bantuan soal talud yang sudah mulai turun, dan minta agar bisa ditambahkan lagi ketinggiannya.

Kemudian aspirasi lainnya datang dari Yori, yang mengakui kalau pembangunan yang dilakukan pemerintah memang baik, sayangnya hasilnya justru tidak membawa kemaslahatan.

“Akibat hal itu, anggaran yang digunakan mubazir, padahal sebelum ada pembangunan jembatan kecil di sekitar lingkungan kami air tidak pernah naik, Kami mohon hal itu diperhatikan oleh pemerintah daerah dan mohon disampaikan oleh anggota dewan yang terhormat Ibu Lily Binti,” kata Yori.

Aspirasi selanjutnya datang dari Penatua Maxi, yang mengeluhkan soal pemisahan sertifikat tanah, yang membuatnya harus bolak balik pengadilan padahal itu adalah ranahnya BPN, dan mohon bantuan Libi, karena sampai hari ini masalahnya mengambang tanpa ada kejelasan.

Atas semua aspirasi yang disampaikan itu, dia langsung mengatakan akan menyampaikan langsung ke PU, dan minta agar lokasi yang bermasalah itu segera ditunjuk serta mengajak warga setempat Terry Umboh, untuk membantu mendata lokasi yang diminta untuk diperbaiki sehingga bisa segera ditindaklanjuti.

Sedangkan khusus untuk aspirasi soal sertifikat tanah, dia mengatakan, akan minta bantuan yang memahami soal hukum, dan mengupayakan agar bisa menolong warga yang kesulitan mengenai masalah tersebut, seperti meminta bantuan dari komisi A, yang memiliki hubungan dengan instansi tersebut.

“Meskipun mereka instansi vertikal yang langsung ke pusat, tetapi dalam hubungan kerja tetap ada fungsi koordinasi yang bisa digunakan untuk menyelesaikan membantu penyelesaian masalah-masalah yang dialami masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Lily Binti, juga menyilahkan Dinas Perkim dan dinas sosial untuk menyampaikan program yang menyentuh langsung ke masyarakat, sehingga bisa membantu warga setempat.(dims)