Bara Hasibuan: Hentikan Retorika Kekerasan dalam Pemilu 2019

 

Manado, (Komunikasulut.com) – Legislator senayan, Dapil Sulawesi Utara, Dr. Bara Krishna Hasibuan Walewangko, minta elit politik menghentikan retorika ngeri dan kekerasan dalam Pemilu 2019.

“Retorika yang mempromosikan kekerasan seperti potong leher, kuping serta armageddon harus dihentikan, karena itu tidak punya tempat di Indonesia, terutama dalam konteks pemilu, karena masyarakat Indonesia itu masih rentan dengan kekerasan,” kata doktor lulusan Harvard University itu, saat berkunjung di Manado.

Menurutnya, karena banyaknya retorika politik kekerasan dan mengerikan yang selalu disampaikan ke masyarakat, itu sudah meresahkan.

Sebab itu, dia menilai bahwa demokrasi di Indonesia belum matang sehingga hal-hal seperti itu harus dihentikan, sebab menurutnya, proses pemilu esensinya adalah battle of ideas atau pertarungan ide-ide, bukan pertarungan fisik hidup mati seperti dalam konteks armageddon.

Bara mengakui dalam perjalanan ke Dapil-nya di Sulawesi Utara, banyak pertanyaan terkait retorika elit yg memunculkan kebingungan, kesedihan dan kemarahan itu.

“Para elite punya tanggung jawab dan peran penting, dalam hidup berbangsa dan bernegara, karena harus menginspirasi rakyat untuk memandang proses pemilu dengan cara-cara damai dan bukan kekerasan,” katanya.

Dia mengajak semua elit politik untuk membangun kultur politik yg beradab berdasarkan kedewasaan dan kedamaian, tugas elit adalah bukan mempromosikan kekerasan, tetapi perdamaian.(dims)