Bara Hasibuan : Manfaatkan Lahendong Geothermal secara maksimal

Manado, (Komunikasulut.com) – Anggota komisi VII DPR RI, Dapil Sulawesi Utara, Dr. Bara Krishna Hasibuan Walewangko, mendorong pemerintah pusat dan pemerintah Sulut memaksimalkan potensi panas bumi yang tersebar di Sulawesi Utara yang merupakan ketiga terbesar di Indonesia menjadi sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Salah satu teknologinya berhasil dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berkerja sama dengan pemerintah Jerman menjadi Geothermal Binary Cycle Plan, yang baru diresmikan Menristekdikti, Senin (21/1) siang.

Bara Hasibuan dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey serta Duta Besar Jerman untuk Indonesia Peter School mendampingi Menristek Dikti dalam acara serah terima pengoperasian pembangkit listrik di Lahendong Kota Tomohon tersebut.

Bara yang berpidato dalam Bahasa Inggris, mengatakan sudah saatnya bangsa kita lebih memaksimalkan potensi energi terbarukan yang ramah lingkungan yang memang cukup besar tersebar diseluruh tanah air termasuk sulawesi utara. Apalagi sudah ada teknologi baru hasil pengembangan BPPT dan Jerman ini.

PLTP Binary Cycle dengan kapasitas 500 Kw ini merupakan teknologi pertama yang diaplikasikan di Indonesia dan dioperasikan oleh PT Pertamina Geothermal Energy area Lahendong. Sehingga sangat bisa diterapkan di PLTP lainnya yang ada di Sulut seperti di PLTP yang terletak di Tompaso.

“Saya juga berharap agar Pertamina dan PLN serta pihak swasta lainnya lebih gencar lagi dalam membangun pembangkit listrik yang ramah lingkungan yang termasuk didalamnya panas bumi, sesuai deng target yang ditetapkan pemerintah bahwa pada tahun 2025 Indonesia sudah menggunakan 23 persen energi baru terbarukan,” kata Bara

Politisi yang disebut Obama (Orang Batak Manado) itu, mengatakan, akan terus mendorong berbagai regulasi atau aturan, investasi di bidang energi terbarukan.

“Sebagai anggota komisi VII DPR RI saya akan terus mendorong berbagai regulasi yg memudahkan investasi di bidang energi terbarukan termasuk geothermal,” kata doktor lulusan Harvard Amerika itu.

Dia menjelaskan, Lahendong Geothermal Binary Cycle Plan, yang diresmikan Mensristek Dikti, Muhammad Nazir sebagai kerjasama antara BPPT dan pemerintah Jerman sehingga diharapkan kerjasama seperti ini akan terus berlanjut juga bisa dijadikan sarana transfer teknologi untuk Sulut dan Indonesia pada umumya.

Hadir dalam peresmian tersebut, Dirut PT Pertamina Geothermal Energi, Rektor UNSRAT Rektor UNIMA, Direktur Politeknik Negeri Manado, Plt Kepala BPPT Wimpi Agung Noegroho, Walikota Tomohon Jimmy F Eman. (Dims)