Siloam-Dokter FKTP Sharing Pengetahuan Tentang Rujukan Online

Manado, (Komunikasulut.com) – Bertujuan membagi pengalaman dan pengetahuan tentang layanan rujukan online, Siloam Hospital, menggelar pertemuan dengan 21 dokter fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di Kota Manado.

“Kami bagi pengalaman dan pengetahuan sehingga para dokter makin tahu dengan berbagai perkembangan serta teknik dan trik yang bisa digunakan untuk membantu pasien BPJS dalam rujukan dari FKTP ke rujukan tingkat B seperti siloam,” kata Direktur Siloam Hospital, dr. Abraham Talumewo, di Manado.

Dia mengatakan, tujuan utamanya pertemuan tersebut, masyarakat terutama para pasien BPJS bisa terbantu dan dapat berobat dengan mudah mendapatkan layanan rujukan tanpa ada keluhan dipingpong dan sebagainya.

Case Manajer BPJS RS Siloam Manado, dr. Frico Talumewo, menyampaikan penjelasan teknis yang pada dasarkan menyampaikan bahwa sebagai rumah sakit tipe B, siloam tetap patuh dan mengacu pada aturan tentang PBJS kesehatan yang ditetapkan dan berlaku di seluruh Indonesia.

“Kami berbagi pengetahuan teknis rujukan pasien dari FKTP ke rumah sakit tipe C lalu ke B, apa saja yang harus dilakukan pasien, terutama rujukan dalam jaringan atau online, dimana pasien bisa mengikuti cara-cara yang ditetapkan dalam web dan dapat dengan mudah mengikutinya,” katanya.

Dokter Frico mengatakan, di era JKN sekarang, masa rujukan online, mempermudah pasien rujukan tipe B, tidak kesana kemari, semua bisa lewat online lewat web BPJS, trik-trik pemeriksaan apa, sub spesialisasi apa yang bisa langsung dari dokter ke tipe B, tanpa melewati lainnya, pilih opsi tertentu pasien bisa langsung keluar Siloam, tanpa perlu tipe C dan D.

“Ada sarana-sarana yang hanya ada di Siloam seperti MRI dan lainnya misalnya tanpa harus lewat tipe di bawahnya, dan di sini spesialisasi yang bisa langsung di siloam seperti bedah anak, plastik dan saraf,” katanya.

Pertemuan tersebut dibuka oleh Head division Business Development, Magdalena Daluas, dan hadir antara lain dokter Agnes Antahari, dokter Geertje Rauw, dokter Hezky Lintang, dokter Tjandra Sugiarto, dokter Herman Kontutodjeng, dimana semuanya berdialog tentang rujukan supaya bisa memudahkan masyarakat. (dims)