Wartawan Harus Independen dan Faktual

Suasana diskusi wartawan dan bawaslu Manado. (dims)

Dari Media Gathering Bawaslu Hadirkan Pakar Hukum Unsrat-Wartawan Senior

Manado (Komunikasulut.com) – Bawaslu Manado, menggelar media gathering menjelang masa tenang dan pencoblosan pada 17 April nanti, menghadirkan pakar hukum Unsrat, Dr. Abdurahman Konoras, dan wartawan senior Sulut, Idham Malewa sebagai pembicara dengan Taufik Bilfaqih sebagai moderator.

“Wartawan itu harus independen dalam menjalankan tugas untuk menyukseskan Pemilu, meskipun memang sering berada dalam situasi sulit, karena berbagai pertimbangan, tetapi indepensi harus menjadi sikap,” kata Konoras, di depan para wartawan dari media cetak, online dan elektronik, di Manado.

Dia mengatakan, wartawan juga harus ikut andil menjadi penyelenggara Pemilu, karena sikapnya yang harus independen bisa membuatnya menyukseskan pelaksanaan pesta demokrasi.

Konoras mengatakan independen artinya, berita yang disajikan tidak disusupi kepentingan indivisu atau kelompok, tidak ada istilah netral yang ada hanya sikap independen, dari otoritas politik, sosiali dan bisnis serta tidak bias personal, dan loyal bukan kepada pemilik media tetapi pada warga negara.

Diapun mengingatkan, bahwa media berperan penting dalam mewujudkan suasana yang kondusif, dengan membiasakan masyarakat menerima kemajemukan dalam Pemilu, menempatkan kepentingan masyarakat sehingga tidak menimbulkan konflik dan mendorong kepatuhan terhadap hukum.

Sementara wartawan senior, Idam Malewa, mengatakan, independensi media adalah dalam pengertian keberpihakannya adalah pada fakta, apapun yang terjadi dan bagaimanapun kedekatannya, maka media wajib berpihak pada fakta.

Namun dia menyesalkan UU nomor 7/2017 yang dianggap membatasi kebebasan media dalam berekspresi untuk mencitrakan Caleg, dan tidak membuat media memiliki ruang untuk mencitrakan Caleg.

Sementara pimpinan Bawaslu Manado, Taufik Bilfaqih mengatakan, dalam masa tenang, pihaknya melakukan pengawasan makin intensif, termasuk mengawasi kampanye di media sosial.

Dia pun menjelaskan, bagaimana pengawasan secara hukum dan penindakan oleh Bawaslu, yang menurutnya, kadang-kadang menjadi kontroversi karena sering dianggap tidak sejalan dengan aparat keamanan dalam melakukan penindakan, namun dia menegaskan, semua jenis pelanggaran ditangani, sambil minta media untuk selalu ikut juga mengawasi kinerja Bawaslu, agar tetap bisa melakukan tugasnya dengan baik.(dims)