Pemuda Remaja GMIM Yohanes Teling Gelar Kompetisi PUBG

Yohanes Youth PUBG Competition di halaman Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Yohanes Teling Manado. (Foto Istimewa)

Manado, KOMUNIKASULUT.COM — Dalam rangka menyediakan wadah bagi para pemuda remaja di Kota Manado untuk menyalurkan minat dan bakat mereka pada dunia eSport, Pemuda Remaja Jemaat GMIM Yohanes Teling mengadakan kompetisi teruntuk game online bergenre battle royale: PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG).

Kegiatan yang bertajukan “Yohanes Youth PUBG Competition” digelar di lingkungan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Yohanes Teling Manado, Sabtu (15/6/2019).

Kepada KOMUNIKASULUT.COM, Ketua Panitia kegiatan, Pnt. Suszye Herawati, S.Pt, menjelaskan tujuan utama penyelenggaraan kegiatan ini.

“Selain ditujukan untuk pencarian dana, kegiatan ini juga ditujukan agar berdampak positif bagi peserta yang mengikuti kegiatan ini. Game online kini sudah semakin bermasyarakat dan tidak bisa dibendung lagi perkembangannya, yang penting kita bisa mengawasi dan mengarahkan mereka para pemuda remaja ke hal-hal yang positif saat menggunakannya. Oleh karena itu juga, kegiatan ini diadakan supaya bisa memberikan mereka wadah dalam menyalurkan minat dan bakat, serta diharapkan bisa melatih kreativitas mereka,” lugasnya.

“Kita tidak bisa menjudge dan mendikte para pemuda remaja yang bermain game itu tidak bagus. Bisa jadi saat kita membendung dan melarang, mereka nantinya mencari hal-hal lain yang malah lebih memberikan dampak negatif. Lebih baik kita persiapkan wadah supaya nanti kita bisa aktiv mengarahkan dan mengawasi mereka, apalagi kegiatannya kita kemas dalam kegiatan gereja. Sekarang ini kita bisa melihat sudah banyak yg memiliki penghasilan sendiri dari game,” tambahnya.

Senada dengan itu, Sekretaris kegiatan, Pnt. Ryan Pangkey, S.H, mengharapkan  agar eSport tidak dianggap remeh dan semakin diperhatikan oleh gereja dan pemerintah sehingga para pemuda remaja bisa memiliki wadah untuk menyalurkan hobinya secara positif.

“Pada dasarnya kita melakukan kegiatan ini karena melihat animo anak muda dalam keterlibatannya pada penggunaan game online. Selain ditujukan untuk pencarian dana dalam menyambut pagelaran FSPG, kami juga melihat banyak anak muda yang harus disalurkan hobi eSportnya,” ujarnya.

Harapan saya sebagai pemuda GMIM, lanjut Ryan, pemerintah dan gereja harus lebih memperhatikan hal-hal seperti ini. Kita tidak bisa lagi melihat pelaku game online dengan sebelah mata, karena sekarang ini eSport bisa menjadi masa depan dari anak muda yang memang berkecimpung di dunia game online tersebut. Penghasilan dari kompetisi dan profesi eSport tidak main-main.

Gereja jangan menutup diri, pun jika bisa gereja bersedia untuk memfasilitasi hal-hal seperti ini. Penadapatan dalam game online sudah sangat tinggi dan bisa setara dengan pekerjaan konvensional. Jika ada teman-teman yang punya bakat dalam game online, mari sama-sama kita kembangkan asalkan masih dalam koridor yang benar serta tidak mengesampingkan unsur-unsur rohani. Seperti halnya tidak menjadi lupa untuk beribadah, terus aktiv untuk mengikuti kegiatan pemuda gereja, serta semuanya bisa diseimbangkan dengan baik supaya kita jadi pemuda gereja yang bertanggung jawab dalam iman maupun dalam kehidupan kita sehari-hari, tandas Ryan.

Total hadiah dalam kegiatan tersebut bernilai dua juta rupiah beserta piagam. Hadiah tersebut diperebutkan oleh 34 squad peserta yang berasal dari sejumlah wilayah di Kota Manado. Masing-masing squad beranggotakan empat orang.

Pada akhir kegiatan, empat pemenang kompetisi pun diperoleh (tiga squad, 1 individu):
Juara 1= RAZOR
Juara 2= MDC EASPORT
Juara 3= PLAYMAKER ID
Terminator= RZR.ROSES

Para peserta Yohanes Youth PUBG Competition. (Foto Istimewa)

(RE)