AJI Manado-Pers Mahasiswa Bedah Jurnalisme Perempuan dan Feminisme

Foto bersama peserta dan pemateri, usai kegiatan diskusi. (Dokumentasi AJI Manado)

KOMUNIKASULUT.COM – Menyambut Hari Perempuan Internasional pada 8 Maret 2020, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado menggelar diskusi bertemakan “Jurnalisme Perempuan dan Feminisme,” di Sekretariat AJI Manado, Jl. Ahmad Yani No. 6, Sario Tumpaan, Sario, Manado, Sabtu (7/3/2020).

Selain merupakan program kerja dari organisasi, AJI Manado memiliki keresahan tersendiri yang memacu jalannya diskusi. Lynvia Gunde selaku Ketua AJI Manado menilai, kaum wanita masih sering terdiskreditkan dalam banyak hal. Sama halnya ketika menjadi bahasan dalam pemberitaan.

“Kami menggelar kegiatan ini agar para jurnalis, tidak hanya perempuan, tapi laki-laki bisa lebih memahami apa arti sebenarnya dari feminis. Karena, dalam karya-karya jurnalistik yang dihasilkan wartawan di Sulawesi Utara, masih banyak yang tidak berpihak pada perempuan,” nilai Lynvia.

Lynvia juga menuturkan, kaum pria perlu menjadi seorang feminis agar bisa mengerti apa yang sejatinya menjadi kepentingan wanita, anak-anak, dan kaum marginal.

“Tidak hanya perempuan yang perlu jadi feminis, laki-laki juga perlu menjadi feminis. Sehingga, kaum pria bisa paham apa yang menjadi kepentingan perempuan, anak-anak, dan kaum marginal lainnya,” tambah Ketua AJI Manado.

Selain itu, seorang peserta kegiatan menganggap bahasan diskusi ini perlu diadakan kembali, guna menambah referensi pengetahuan mengenai kesetaraan hak kaum pria dan kaum wanita.

“Kegiatan diskusi seperti ini perlu sering diadakan, untuk memperluas pengetahuan mengenai persamaan hak antara laki-laki dan perempuan,“ ujar Celine Zmitha, perwakilan Pers Mahasiswa Politeknik Manado dalam diskusi.

Dalam aktivitas berorganisasi, Celine mengungkapkan fenomena diskriminasi serta objektifikasi seksual (misogini) terhadap kaum perempuan juga terjadi. “Kadang ada di beberapa organisasi yang tidak ingin perempuan menjadi pemimpin,” lugas mahasiswi semester 6 Jurusan Teknik Sipil di Politeknik Manado itu.

Terdapat empat pemateri dan empat bahasan utama dalam diskusi, yakni topik Feminisme dalam Media oleh Lynvia Gunde (Ketua AJI Manado); Ecofeminism oleh Fine Wolajan (Editor Tribun Manado); Feminisme dan Profesionalisme oleh Finda Muchtar (Pemred BeritaManado.com); dan Feminisme dalam Sosmed oleh Rine Araro (Pegiat Sosmed sekaligus Editor Tribun Manado).

Diskusi berjalan interaktif dan konklusif, dengan dimoderatori oleh Joice Bukarakombang (wartawan Antara Sulut). Rangkaian kegiatan diikuti segenap pengurus AJI Manado, Pers Mahasiswa Acta Diurna Fispol Unsrat, dan delegasi Pers Mahasiswa Politeknik Manado. (RE)