Jika Tuhan Berkehendak, Ai Realisasi Nazarnya Sebagai Walikota Manado

Dr. Harley Alfredo Benfica Mangindaan, S.E, MSM. (Foto Istimewa)

KOMUNIKASULUT.COM – Kontestasi Pilkada serentak 2020 di tujuh Kabupaten/Kota di Sulut (1 Pilgub, 3 Pilwakot, 4 Pilbup), tak lama lagi resmi dimulai. Sejumlah tahapan di tingkat penyelenggara pun telah berlangsung. Dimulai dari pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada 31 Januari-1 Maret 2020.

Tahapan akan dilanjutkan dengan penyampaian dokumen dukungan calon perseorangan, pada 26-30 Maret 2020. Kemudian pendaftaran pasangan calon (diusung Parpol dan koalisi), dilaksanakan 28-30 April 2020. Hingga masuk penetapan kandidat, pada 13 Juni 2020.

Puluhan nama telah muncul ke permukaan, sebagai bakal calon pemimpin daerah mendatang. Di antaranya adalah para petahana, para mantan kepala daerah, para profesionalis dari kalangan birokrat dan swasta, serta figur lainnya yang dinilai punya modal kepemimpinan dan sanggup majukan daerah.

Salah satu pribadi yang tengah gencar disorot publik, adalah kehadiran Dr. Harley Alfredo Benfica Mangindaan, S.E, MSM, di awal proses kontestasi. Ai sendiri (sapaan akrab), telah menyatakan kesiapan dan komitmennya kepada masyarakat, juga partai pengusung, untuk maju sebagai kandidat Walikota Manado.

“Komitmen saya, kalau seandainya Tuhan berkehendak, saya jadi Walikota terhadap masyarakat dan partai pengusung,” lugas Ai.

“Dalam deal politik pasti ada komitmen yang dilakukan oleh partai tersebut, yang dapat mewakili warga. Karena partai merupakan jembatan dari warga, dan ada keterwakilan di dewan kota. Artinya,  sama-sama baku cek and balance dalam pembangunan dan kesejahteraan rakyat,” tambahnya.

Terobosan yang akan dilakukan Ai nantinya, dimulai dari tidak mengecilkan pembangunan yang telah dilakukan pemerintah saat ini. “Mari hargai yang sudah ada, dan benahi sesuai kebutuhan warga yang dihasilkan dari Musrembang. Benahi elemen-elemen penting dalam satu perubahan, maka akan terasa apa yang pernah di lakukan, dan yang akan di lakukan,” tutur Walikota Manado periode 2010-2015 itu.

Dengan demikian, Ai berpesan, “Pembangunan di daerah harus satu kesatuan dengan sistem pembangunan nasional. Sehingga ini akan jadi mudah sekaligus solid, ketika konsep pembangunan sama dengan konsep gubernur. Intinya, provinsi juga mau warga di kota sejahtera.” (RE)