Indonesia Rentan Depresi Ekonomi, Jika Pemerintah Salah Komunikasikan Corona

Anggota DPR RI Komisi IX, Ir. H. Kamrussamad, S.T, M.Si, sedang memberikan materi (kanan). (Dokumentasi Parlementaria)

KOMUNIKASULUT.COM – Setelah terdeteksi di Indonesia, Novel Coronavirus (2019 n-Cov/Covid-19) memberikan pengaruh yang signifikan pada sektor industri dalam negeri.

Kian bertambahnya jumlah pasien yang diduga terinfeksi virus (27 orang) dan satu pasien yang dinyatakan meninggal dunia, tidak hanya menimbulkan rasa was-was pemerintah dan masyarakat, tapi menampakkan dampak lain yang tak kalah substansial.

Disadur dari laman DPR RI, Anggota DPR RI Komisi IX, Ir. H. Kamrussamad, S.T, M.Si, khawatir akan terjadinya resesi ekonomi di Indonesia. Salah satu penyebabnya ialah, semakin berkembangnya informasi liar mengenai Covid-19 di tengah masyarakat.

“Semakin liarnya isu penyebaran virus Corona, telah menyebabkan Indonesia alami resesi ekonomi. Pemerintah harus segera menanggulangi permasalahan komunikasi yang menyebabkan kepanikan, sehingga dapat menghindari depresi ekonomi yang berpotensi terjadi sangat lama,” jelas Kamrussamad.

Kamrussamad berpendapat, “Resesi ekonomi sudah terlihat dari volume arus barang impor dan manusia yang keluar-masuk di Indonesia. Baik melalui gerbang utama bandara ataupun pelabuhan. Fakta di lapangan, sudah ada perusahaan besar di nasional yang rugi hingga triliunan rupiah.”

Namun, di lain hal, politisi Partai Gerindra ini meyambut baik langkah pemerintah di ranah perbankan, dengan mengeluarkan dua kebijakan yang dapat merelaksasi sektor ekonomi RI saat ini.

“Untuk dunia perbankan, telah dikeluarkan dua kebijakan relaksasi. Dan per tadi malam dikeluarkan lagi kebijakan untuk bursa kita, yaitu penerbit emiten bisa membeli kembali atau buyback saham tanpa melalui RUPS,” sahut Kamrussamad.

“Kita berharap saja menjelang Bulan Ramadhan pada April dan Mei mendatang, kebutuhan konsumsi masyarakat akan kembali mengalami peningkatan. Sehingga ekonomi sektor riil bisa menggeliat dengan relaksasi kebijakan perbankan,” tambah wakil rakyat yang akrab disapa Samad itu.

Di akhir kalimatnya dalam acara forum legislasi bertajuk “Perlukah Undang-Undang Khusus Atasi Dampak COVID-19?,” Samad kembali mengingatkan pemerintah supaya mengantisipasi dampak resesi ekonomi. Terlepas masih adanya fokus kerja untuk mencegah penyebaran pandemik ini.

“Karena itu menurut saya, ada hal-hal yang harus ditangani Pemerintah dalam waktu yang bersamaan. Pertama, mengenai pencegahan, penyebaran, dan antisipasi virus corona, dengan pendekatan medis beserta seluruh perangkatnya. Kedua, segera antisipasi dampak dari resesi ekonomi global ini terhadap kebutuhan masyarakat kita,” tandas Samad di Media Center DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2020). (RE)