Alya-Verencia untuk BEM Fispol: Siap Ciptakan Perubahan Besar

Verencia Rivie dan Alya Wardana.

KOMUNIKASULUT.COM – Kontestasi pemilihan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tengah berlangsung di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fispol) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado.

Setelah melakukan kampanye di kelas-kelas lingkungan kampus (11-13 Maret 2020), tiga kandidat terus bersaing ketat untuk memperebutkan suara civitas akademika Fispol. Dengan tetap menjunjung tinggi nilai sportifitas dan solidaritas, sebagai kaum intelektual yang bermoral.

Visi, misi, dan beragam program kerja yang telah dipaparkan selama masa kampanye, menjadi modal awal untuk menunjukkan kredibilitas diri dan upaya menarik hati para pemilih.

Sama halnya dengan pasangan calon nomor urut 3, Alya Wardana dan Verencia Rivie. Mereka memiliki visi untuk menjadikan BEM Fispol sebagai Homo Homini Socius, dengan slogan ‘Let’s Make a Big Change.

Hal-hal yang menjadi misi mereka adalah sebagai berikut:

  1. Menjadi mediator antara mahasiswa dan pimpinan fakultas.
  2. Membuka ruang komunikasi antar ormawa dalam menyikapi persoalan mahasiswa.
  3. Mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam kegiatan akademik dan non-akademik.

Alya yang merupakan papan satu dari paslon nomor 3, mengutarakan arti serta falsafah dari visi-misi yang ingin segera dia dan wakilnya realisasikan di Fispol.

“Dasar dari visi dan misi itu, kami ingin melakukan perubahan besar di Fispol, tanpa melihat latar belakang siapa pun orang itu. Kami menyusun visi dan misi berdasarkan kebutuhan mahasiswa Fispol hari ini,” jelas Alya.

Salah satu kebutuhan mahasiswa Fispol yang dinilai Alya belum terpenuhi sampai saat ini adalah, “Pelatihan mahasiswa yang sesuai dengan perkembangan era 4.0. Seperti halnya pelatihan soft skill, tapi dengan tidak menyepelekan hard skill,” jawabnya.

Adapun hal pertama yang akan diperbaiki Alya di lingkungan Kampus Reformasi jika berhasil memenangkan kontestasi, adalah menuntaskan problematika intoleransi dan seksisme yang masih kerap terjadi.

“Masalah intoleran dan seksisme kampus. Karena berdasarkan hal itu, kami tergerak untuk membuat perubahan di Fispol,” tandas Alya.

Tahapan Pemilihan BEM Fispol Ditunda

Masa kampanye dari ketiga paslon yang seyogianya berlangsung di lingkungan Fispol hingga Senin (16/3/2020), telah mengalami perubahan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) untuk PilBEM Fispol 2020, Alicia Octaviani, mengonfirmasi peralihan jadwal tersebut.

“Jadi (tahapan, red) ditunda sampai tanggal 29 Maret 2020. Lalu tanggal 30 langsung debat, dan masa tenang pada tanggal 31. Jadi pemilihannya tanggal 1 April 2020,” terang Alicia kepada KOMUNIKASULUT.COM, Rabu (18/3/2020).

Selanjutnya, Ketua KPUM membolehkan ketiga paslon beserta tim melakukan aktivitas kampanye di media sosial, sampai H-1 tahapan debat. “Kalau kampanye untuk media sosial silahkan. Karena kalau masuk-masuk kelas sudah pasti tidak sempat,” izinnya.

Keputusan ini menyesuaikan dengan kebijakan Unsrat yang meliburkan mahasiswa, dan mengganti aktivitas akademik di sebelas fakultas dengan kuliah daring. Keputusan ini tertuang dalam Surat Edaran Rektor Nomor 2337/UN12/LL/2020, perihal Kebijakan Akademik dalam Menyikapi Penyebaran Covid-19 di Unsrat. (RE)