Pelaku Perjalanan dari India Terkonfirmasi ODP Corona di Talaud

KOMUNIKASULUT.COM – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud melalui Dinas Kesehatan menetapkan seorang warganya sebagai Orang Dalam Pengawasan (ODP) Covid-19 atau Virus Corona. ODP tersebut diketahui memiliki riwayat perjalanan dari India serta menunjukan gejala-gejala seperti orang yang terpapar Covid-19.

“Penetapan (ODP) itu sudah sesuai dengan protap yang ada. Pertama ODP itu demam, batuk dan punya riwayat perjalanan pernah ke negara yang terdapat kasus positif Covid-19,” ujar Fransina Awaeh.

Selanjutnya Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud ini mengatakan kemarin di Melonguane (20/03) bahwa

 Saat ini ODP tersebut tengah menjalani isolasi di rumahnya, sebab Dinas Kesehatan belum memiliki alat pelindung diri yang memadai. Yang bersangkutan juga diminta agar tidak melakukan aktivitas di luar ruangan.

“Proses karantinanya masih di rumah yang bersangkutan, karena Dinkes dan Rumah Sakit hingga saat ini, belum punya peralatan pelindung diri yang lengkap,” ujar Awaeh.

Menurutnya, saat ini pihaknya hanya memiliki alat pelindung diri berupa masker. Sedangkan untuk pakaian, kacamata dan sarung tangan termasuk pendeteksi suhu badan tidak ada.

Lebih lanjut, Fransisna menuturkan, selain OPD tersebut pihaknya juga sedang melakukan pengawasan terhadap anak dari yang bersangkutan. Apalagi, sejauh ini ada gejala yang sama yang ditunjukan oleh anaknya tersebut.

Sementara itu, terkait ketersedian alat pelindung diri dan alat pengukur suhu tubuh, Bupati Kepulauan Talaud Elly Engelbert Lasut melalui Wakil Bupati Moktar Arunde Parapaga memastikan bahwa Pemkab Kepulauan telah memilikinya.

Alat tersebut diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, kemarin Jumat (20/3) 2020 hari ini, dan sedang dalam pengiriman ke Talaud.

“Semua peralatan itu sudah dikirim hari ini ke Talaud, dan kita berharap ini bisa membantu kita untuk melakukan deteksi dini serta memberikan keamanan bagi petugas-petugas kita yang memang sampai hari ini belum memiliki alat pelindung diri,” ungkap Moktar Parapaga kepada Telegrafnews dari Manado, sore tadi. (KS/IAN)