Pengemudi Sulut Harus Tes Kejiwaan untuk Dapatkan SIM

Ilustrasi

KOMUNIKASULUT.COM – Direktorat Lalu Lintas Polda Sulut melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Lembaga Psikologi Kawanua Manado, di Mapolda Sulut, Jumat (20/3/2020).

Ini sehubungan diberlakukannya ketentuan dan persyaratan psikologi, terhadap masyarakat pengguna roda dua/empat yang mengajukan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM), di wilayah otoritas hukum Polda Sulut.

“Sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, untuk memperoleh SIM, para pemohon harus memenuhi ketentuan. Salah satunya harus sehat jasmani dan rohani,” terang Direktur Lalu Lintas Polda Sulut, Kombes Pol Iwan Sonjaya, SIK.

Untuk memperoleh SIM, calon pengemudi harus melampirkan keterangan dari tenaga kesehatan serta psikolog, bahwa telah memenuhi indikator yang tentukan. “Keterangan tersebut harus dibuktikan dengan surat keterangan sehat jasmani dari dokter, dan sehat rohani dibuktikan dengan keterangan psikolog,” jelas Sonjaya.

Selain merupakan amanat UU, dasar pemberlakuan ini untuk mencegah semakin tingginya angka kecelakaan di jalan, yang disebabkan faktor kejiwaan pengemudi yang menyimpang. Pengenalan terhadap aturan ini akan segera disosialisasikan Polda Sulut.

“Kami prihatin masih banyak angka kecelakaan yang disebabkan karena faktor kejiwaan. Seperti kurang sabar dalam berkendara, maupun bertindak kasar kepada petugas di lapangan,” ungkap Dirlantas Polda Sulut itu.

“Ini saya minta disosialisasikan dulu. Dan saya minta harus dibenahi infrastruktur di wilayah Polda maupun di jajaran. Ini perlu karena kita inginkan seseorang memiliki SIM yang berkualitas, mereka harus teruji sehat jasmani maupun rohani. Pemberlakuan ketentuan ini rencananya akan diterapkan sekitar bulan April 2020,” tandas Sonjaya. (RE)