Penutupan Pasar dan Jalan di Manado Adalah Hoax

Walikota memantau aktivitas salah satu pasar tradisional di Manado. (Foto Ist)

KOMUNIKASULUT.COM – Usai pemerintah menginstruksikan penutupan sementara sejumlah tempat umum di Kota Manado, rupanya ada oknum tidak bertanggung jawab yang memanipulasi informasi tersebut. Dan menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Informasi yang dipelintir mengatakan, aktivitas jual-beli di seluruh pasar tradisional dan sejumlah ruas jalan umum Kota Manado akan ikut dihentikan, sebagai upaya pemerintah mencegah penjalaran wabah corona.

Walikota Manado, Prof. Dr. Ir. Vecky Lumentut, S.H, M.Si, DEA, dengan tegas membantah kabar bohong tersebut. “Bagi masyarakat Kota Manado, jangan terpengaruh dengan berita hoaks. Apalagi informasi tentang pasar dan jalan akan ditutup. Itu berita hoaks dari sumber tidak jelas,” bantahnya.

Masyarakat dianjurkan untuk tidak reaksioner, apalagi ikut menyebarluaskan jenis informasi yang demikian. “Masyarakat jangan mudah percaya dan ikut menyebarluaskan berita-berita tersebut,” anjur Walikota.

Tindakan paling tepat di tengah situasi seperti ini, selalu bertumpu pada sumber informasi yang sudah terpercaya, seperti pihak pemerintah sendiri. Hiraukan segala informasi yang tidak disertai dasar dan bukti yang resmi dari pemerintah.

“Masyarakat baiknya selalu mengikuti protap yang dikeluarkan Pemerintah Kota Manado. Terlebih khusus yang berkaitan dengan informasi penanganan penyebaran Covid-19. Di dalamnya berisikan petunjuk, arahan terstruktur, baik dari pihak kecamatan, kelurahan, dan lingkungan yang mewakili pemerintah,” pesannya.

Meluruskan informasi yang telah disalahgunakan, kebijakan pemerintah yang dimaksud terlampir dalam Surat Edaran Sekretaris Daerah Kota Manado, Nomor: 044/0-21/PTSP/211/2020, tentang Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Kota Manado, pada poinnya yang ketiga. Yang berbunyi:

3.Seluruh Pemilik/Pengelola Perkantoran, Pusat Perbelanjaan, Pasar Tradisional, Hotel, Tempat Hiburan, Restoran, Tempat Wisata, Tempat Ibadah, dan tempat umum lainnya, agar menyediakan sarana cuci tangan. Berupa air mengalir dan sabun, serta cairan antiseptik (hand sanitizer).

“Sesuai dalam surat edaran, setiap pasar tradisional akan dipersiapkan sarana cuci tangan. Berupa air yang mengalir dan hand sanitizer. Ini adalah salah satu usaha pemerintah mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Manado,” tandas Walikota. (RE)