Corona Bukan untuk Didebatkan, Tapi Dituntaskan

Benny Ramdhani. (Foto Ist)

KOMUNIKASULUT.COM – Sampai saat ini perlawanan masyarakat dunia memerangi pandemi Covid-19 belum final. Situasi teranyar menyebutkan, pasien berskala global yang terinfeksi virus telah berjumlah 334.981 orang, berdasarkan data WHO. Jumlah pasien yang gugur sebanyak 14.652. Dan ini tersebar di 190 negara terkonfirmasi.

Indonesia sebagai salah satu negara yang menyumbang data tersebut, hingga kini memiliki 579 kasus positif corona, 49 pasien meninggal, dan 30 orang dinyatakan sembuh. Ini berpedoman pada data terbarukan Kemenkes RI.

Di Sulawesi Utara sendiri, kurva kasus corona masih bertahan di angka 1 pasien. Dan terdapat data beriringan, menyoal status Orang Dalam Pemantauan (249 orang) dan Pasien Dalam Pengawasan (13 orang), jika bersandar pada data pemantauan Covid-19 Pemprov Sulut.

Keadaan yang demikian mendapat sorotan dari Anggota DPD RI Dapil Sulut, masa bakti 2014-2019, Benny Rhamdani. Melihat andil masyarakat yang belum maksimal membantu pemerintah memberantas wabah ini, Brani (sapaan karib) ingin menyadarkan semuanya supaya mau melakukan perannya masing-masing.

“Virus corona menyerang siapa saja. Tidak ada urusannya dengan perbedaan suku, agama, ras, dan antar golongan masyarakat. Pemerintah sedang bekerja dengan segala daya. Jadi ayo beri dukungan dengan mengikuti semua yang telah dianjurkan,” singkap Brani.

Tenaga medis sebagai garda terdepan dalam menanggulangi wabah ini, telah mengorbankan waktu, tenaga, dan banyak hal demi mengembalikan iklim dunia seperti semula. Pun agar masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

“Oleh karena itu,” sambung Brani, “Mari kita berikan support dan doa-doa terbaik kita untuk mereka. Ada juga para pekerja informal, yang karena tuntutan kebutuhan sehari-hari harus tetap bekerja. Ayo doakan mereka juga agar tetap sehat.”

Pandemi ini bukanlah hal untuk diperdebatkan, melainkan untuk dituntaskan. Dan itu membutuhkan sinergitas bersama setiap golongan masyarakat, tidak hanya paramedis maupun pemerintah.

“Demi kebaikan bersama, ayo tetap di rumah. Sayangi diri kita, keluarga, saudara, tetangga, masyarakat, dan khususnya Indonesia. Virus corona adalah musuh bersama. Bukan waktunya berdebat, tapi lakukanlah sesuatu yang notabenenya benar-benar memiliki dampak dan manfaat,” tegas Benny.

“Hanya dengan gotong-royong, kita dan Indonesia akan mampu sehat sekaligus selamat,” tandas Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura itu. (RE)