Ujian Nasional 2020 Dihapuskan, Warga Ketatkan Physical Distancing

Presiden RI Ketujuh, Ir. H. Joko Widodo.

KOMUNIKASULUT.COM – Pemerintah pusat resmi meniadakan rangkaian pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2020, untuk satuan pendidikan tingkat SMA/MA, SMP/MT, dan SD/MI, di seluruh wilayah Indonesia.

Keputusan ini merupakan respon kebijakan pemerintah terhadap perkembangan Covid-19, yang telah mewabah di lebih 20 daerah Indonesia.

Dirangkum dari laman Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo memutuskan kebijakan itu dalam telekonferensi rapat terbatas, bersama jajaran kabinet pemerintahan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (24/3/2020).

“UN ditiadakan untuk tingkat Sekolah Menengah Atas, atau setingkat Madrasah Aliyah; Sekolah Menengah Pertama, atau setingkat Madrasah Tsanawiyah; dan Sekolah Dasar, atau setingkat Madrasah Ibtidaiyah,” sebut Joko Widodo.

Keputusan ini membutuhkan peran seluruh elemen masyarakat, agar bisa berdampak menutup penyebaran wabah di tanah air. Keputusan ini juga untuk mempertegas pemberlakuan social distancing/physical distancing, dan tindak lanjut dari peliburan lembaga pendidikan di Indonesia.

“Kebijakan peniadaan UN perlu diikuti oleh partisipasi aktif warga, dalam penerapan perilaku social distancing. Yaitu kerja dari rumah, belajar dari rumah, dan ibadah di rumah,” imbau Presiden.

Dalam pengambilan kebijakan ini, Presiden beserta kabinet berusaha sebisa mungkin tidak merugikan 8,3 juta siswa yang seharusnya ikut UN di awal tahun 2020.

“Prinsip yang utama yang kita pegang adalah, kebijakan ini bisa kita ambil. Tetapi, jangan sampai merugikan hak 8,3 juta siswa dari 106.000 perangkat pendidikan, yang harusnya mengikuti ujian nasional di awal tahun 2020,” tandas Joko Widodo. (RE)