Kuliah Daring Diperpanjang, Mahasiswa Pertanyakan Isi Surat Edaran Rektor Unsrat

universitas sam ratulangi manado

KOMUNIKASULUT.COM – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado telah menambah periode kuliah daring, hingga 29 Mei 2020. Ini berbuntut pada pembatasan segala kegiatan akademik, dan aktivitas yang menimbulkan keramaian di kampus ternama di Sulut itu.

Ketetapan ini tersematkan dalam SK Rektor Unsrat Nomor 2399/UN12/LL/2020, Tentang Perpanjangan Kebijakan Dalam Menyikapi Penyebaran Covid-19 Di Universitas Sam Ratulangi.

Mengenai itu, mahasiswa memberikan umpan balik terhadap kebijakan tersebut. Ada yang mengapresiasi, karena kampus telah memberikan kepastian dan reaksi yang tanggap. Tapi ada yang masih bingung dan merasa rektorat belum mengakomodir sejumlah hal, yang jadi kebutuhan mahasiswa.

Salah satunya diungkapkan Demisioner Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fispol Unsrat, Renaldo Garedja. Dia mempertanyakan beberapa hal, yang dirasa kurang mendukung keperluan mahasiswa untuk melaksanakan ujian akhir.

“Yang jadi pertanyaan di poin ketiga surat edaran, apakah mahasiswa yang sudah lengkap berkas saja yang boleh ujian online, ataukah bagaimana? Karena, bagi yang baru akan ujian proposal atau skripsi, masih ada berkas yang harus segera dilengkapi secara manual. Ada juga yang harus ditandatangani langsung oleh dosen. Kami merasa kesulitan kalau begini,” papar Naldo.

“Ada juga yang kurang jelas di poin ketiga surat edaran. Ialah, tidak adanya prosedur yang jelas untuk melengkapi surat ujian itu. Kami minta solusi konkrit. Apakah karena sudah serba online, semua berkas bisa disediakan di portal akademik saja? Sehingga mahasiswa bisa mendownload dan upload kembali setelah dilengkapkan. Kiranya pimpinan rektorat bisa menerangkan kembali kebijakan ini, entah melalui juknis atau semacamnya,” sebut Naldo.

Adapun Plt. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsrat, Tommy Tompolumiu, menganjurkan beberapa hal yang bisa dipertimbangkan pimpinan Unsrat. Untuk diberlakukan kepada seluruh mahasiswa akhir.

“Selain kelengkapan berkas bisa melalui scan dan foto surat, mungkin konsultasi dan revisi naskah ujian bisa lewat online. Kecuali memang dalam keadaan mendesak, bisa datang langsung menghadap dosen terkait. Untuk itu saya berharap, para dosen yang merupakan orang tua kami di kampus, mau berkenan untuk melayani teman-teman mahasiswa. Yang tinggal sedikit lagi, kuliahnya bisa selesai,” harap Tommy.

Tommy juga menilik, kampus perlu mengeluarkan kebijakan yang memperjelas prosedur yudisium para mahasiswa akhir, dan status UKT mahasiswa di semester berikutnya. Mengingat, status siaga darurat Covid-19 di Sulut berpotensi mengalami perpanjangan jangka waktu. Ini sesuai yang tertera dalam poin kedua SK Gubernur.

“Saat ini banyak orang tua mahasiswa yang kesulitan, karena tidak dapat menjalankan aktifitas kerja di tengah pandemi. Biaya hidup mahasiswa untuk bertahan sampai akhir semester pasti semakin sulit, apalagi yang kos. Jika kelulusan mereka tertunda, pasti ketambahan biaya UKT di semester baru. Karena itu, mereka terus berupaya bagaimanapun caranya bisa menyelesaikan semester ini. Kiranya kampus bisa menimbang hal ini,” seru Tommy.

Rektor Unsrat Minta Mahasiswa Tunggu Penjelasan Bidang Akademik

Pihak rektorat Unsrat meminta mahasiswa yang masih bingung dan kurang puas dengan keterangan surat edaran rektor, agar menunggu penjelasan dari bidang akademik.

Disamping itu, Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, M.Sc, DEA, mengarahkan mahasiswa untuk menghubungi pejabat di bidang akademik, jika ada pertanyaan seputar kebijakan tersebut. “Warek 1, Prof. Gerung,” singkatnya kepada awak media, melalui pesan daring, Kamis (26/3/2020).

Diketahui, saat ini Bidang Akademik Unsrat sedang berkoordinasi dengan seluruh pejabat kampus terkait, dalam membahas penerapan praktis dari poin ketiga Surat Edaran Rektor, yang sedang dirundingkan civitas akademika. (RE)