Walikota Manado ‘Blusukan’ ke Masyarakat, Ingatkan Physical Distancing

Walikota Manado dengan megaphone nya. (Dok. Pemkot Manado)

KOMUNIKASULUT.COM – Berdasarkan data pemantauan Covid-19 di Sulut, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 471 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 12 orang, dan pasien terinfeksi virus berjumlah dua orang. Namun keterangan terbaru pemerintah daerah menyebutkan, salah satu pasien terjangkit telah dinyatakan sembuh. Usai menjalani serangkaian uji laboratorium dan perawatan khusus di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado.

Situasi demikian memicu Walikota Manado, Dr. Ir. Vecky Lumentut, S.H, M.Si, DEA, turun ke jalan memberikan himbauan langsung kepada seluruh masyarakat. Agar mematuhi instruksi pemerintah melaksanakan protokol kesehatan dan physical distancing. Terlebih khusus warga yang tidak terikat pekerjaan, dan tidak memiliki kepentingan mendesak untuk lalu-lalang di jalan.

“Mari kita jaga jarak. Jangan duduk berdekatan, jangan berdiri berdekatan. Atur jarak minimal satu meter dengan yang lain. Jauhi dulu kerumunan orang. Kalau tidak ada urusan penting dan mendesak, silahkan balik ke rumah masing-masing,” seru Walikota menggunakan megaphone.

Juga, tidak lupa untuk menjaga pola hidup sehat dan olahraga. Terlebih khusus agar jangan tinggalkan doa. Berimanlah kepada Tuhan dengan kepercayaan masing-masing, namun disertai perbuatan yang setara. Semua itu demi memenangkan perang, antara manusia melawan pandemi ini.

“Biasakan pola hidup bersih dan sehat, seperti rajin cuci tangan di air yang mengalir dengan sabun. Olahraga secukupnya dan rajin berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, agar wabah Covid-19 segera berakhir di Kota Manado, Indonesia, bahkan dunia,” pesan Walikota ketika menyusuri kota, Kamis (26/3/2020).

Di samping itu, Walikota mengarahkan seluruh petugas kecamatan, kelurahan, dan lingkungan di Kota Manado, agar bersama-sama pemerintah daerah dalam mengedukasi warga di setiap wilayah soal ini.

“Jajaran pemerintah kecamatan, kelurahan, dan lingkungan, harus lebih masif dan intens melakukan edukasi di tengah masyarakat. Mengenai metode penanganan, pencegahan, dan penyebaran Covid-19,” tandas Lumentut. (RE)