Dosen Harus Berinovasi Tingkatkan Gairah Belajar Online Mahasiswa

universitas sam ratulangi manado

KOMUNIKASULUT.COM – Penerapan kuliah online di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, menjadi metode pembelajaran yang terbilang baru di Kampus Si Tou Timou Tumou Tou itu. Terlebih lagi, ini pertama kalinya diberlakukan serentak di sebelas fakultas yang ada di Unsrat.

Menyahuti kebijakan itu, seorang Akademisi di Jurusan Ilmu Komunikasi Fispol Unsrat, Edmon Kalesaran, S.Sos, M.I.Kom, mengajak seluruh tenaga pendidik supaya mau berinovasi dalam proses belajar-mengajar yang tidak lagi bertemu secara fisik tersebut. Ini dalam rangka memacu semangat belajar para mahasiswa, di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Untuk membangkitkan semangat mahasiswa agar selalu mau belajar melalui media daring, dosen sendiri harus cari caranya bagaimana,” serunya.

Edmon juga mengajak seluruh tenaga pendidik, supaya mau memperhatikan keluhan rasional para mahasiswa. Baik yang berhubungan dengan hal teknis, maupun yang menyoal kegiatan akademik. Apalagi yang bersangkut-paut dengan kebutuhan kelas online.

Baca juga: Ini Solusi Unsrat Lanjutkan Perkuliahan di Tengah Pandemi

“Persoalan keluhan mahasiswa tentang efektifitas pembelajaran e-Learning, menurut saya dikembalikan kepada inovasi tenaga pendidik itu sendiri. Ini juga termasuk memperhitungkan kondisi ketersediaan fasilitas IT, dalam mengadakan kelas online. Tapi memang tenaga pendidik harus memperhatikan keluhan mahasiswa,” tutur Edmon.

“Saya sendiri berusaha terus memberikan pemicu agar mereka suka belajar,” sambungnya, “Karena seringkali saat melakukan telekonferensi, ada saja masalahnya. Sehingga inovasi yang saya lakukan, dengan melakukan koordinasi melalui media lain. WA (WhatsApp, red) misalnya, untuk memberikan tugas. Itu juga dimulai sesuai jam mata kuliah, dan sesuai SKS. Setelah diberikan materi, lalu kita bahas bersama.”

“Dan kalau sistem saya sendiri, kadang-kadang dibuat variasi. Misalnya minggu ini review dan analisis materi, minggu berikut saya akan rubah lagi. Misalnya interaktif, walaupun hanya sekedar chatting. Kita mengandalkan fitur teknologi yang ada. Kalau signal bagus kita bahas di telekonferensi, tapi kalau signal tidak bagus, kita boleh di chat,” jelasnya.

Di sisi lain, Edmon berharap mahasiswa juga berlaku adil, dengan mau memahami tupoksi dan tanggung jawab dosen yang telah dipercayakan masing-masing jurusan. Dalam menangani mata kuliah, serta membina mahasiswa.

Baca juga: Kuliah Online Banyak Kendala, Ini Tanggapan Dosen Komunikasi Unsrat

“Persoalan sekarang, dosen telah diberikan tanggung jawab untuk mengontrol aktivitas kuliah yang tidak tatap muka. Dilema juga ini memang. Tapi biarpun tidak tatap muka, bukan berarti mahasiswa hanya sekedar mengikuti penjelasan dosen. Jadi ada tugas yang perlu diberikan deadline dan target. Mahasiswa juga harus mau berpikir. Karena dosen juga tidak asal memberikan tugas, pasti ada indikator yang jadi tujuannya,” sebut Edmon.

Disamping itu, Edmon juga menginginkan agar mahasiswa tidak mudah down di situasi siaga darurat corona saat ini. Dan tetap menjaga konsistensi dalam menjalankan seluruh kegiatan akademik mereka.

“Untuk mahasiswa tetaplah semangat, jangan menyerah, dan tenang saja. Hadapi dengan santuy, tapi tetap berkonsentrasi dan fokus dengan tujuan kalian. Karena ini kepentingan masa depan, apalagi sudah masuk era 4.0. Saya pikir situasi ini akan jadi pengalaman berharga. Jadi jangan biarkan diri down,” pungkasnya.

Namun demikian, Edmon tetap optimis dengan kredibilitas dan kapabilitas tenaga pendidik Unsrat, dalam menopang gairah belajar para kaum intelektual. “Ini baru berjalan dua minggu, pasti dosen punya strategi tertentu untuk merubah pola belajar. Ini memang perlu inovasi dari dosen, untuk membuat mahasiwa tidak bosan,” yakinnya. (RE)