Tidak Ada Penutupan Toko Sembako di Manado

KOMUNIKASULUT.COM – Pemerintah Kota Manado mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan termakan informasi yang tidak resmi, yang berpotensi menjerumuskan nalar berpikir warga di tengah pandemi Covid-19.

Himbauan ini sekaligus mengklarifikasi isu yang mengibulkan, terkait penutupan tempat usaha penyedia kebutuhan pokok di Manado. Sebagaimana yang diungkapkan Kepala Bagian Pemerintahan dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Daerah Kota Manado, Drs. Sonny Takumansang, M.Si.

“Masyarakat jangan panik. Kabar tentang toko-toko usaha sembako dan warung sembako ditutup, itu merupakan berita hoaks. Atau belum pasti kebenarannya, dan dari sumber yang tidak jelas,” tepis Takumansang, Selasa (31/3/2020).

Kabag Pem-Humas Setda Kota Manado juga menitip pesan kepada pengelolah toko sembako di Manado, yang usahanya tidak masuk dalam kategori yang dimaksud Surat Edaran Walikota Nomor: 503/D.12/PEMDAL-PTSP/222/2020, Tentang Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Kota Manado, agar tidak lalai menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan WHO.

“Untuk usaha sembako dan warung sembako, rumah makan, termasuk ritel yang menjual aneka kebutuhan masyarakat sehari-hari, baik itu minimarket dan swalayan, semuanya untuk tetap mematuhi semua protokol kesehatan. Ini mengenai penanganan pencegahan dan penyebaran Covid-19 di Kota Manado, dengan menyediakan tempat cuci tangan, air yang mengalir, sabun, hand sanitizer, dan memberlakukan jaga jarak (physical distancing, red)),” imbuh Sonny.

Sementara itu, surat edaran yang dimaksud adalah regulasi aktual Pemerintah Kota untuk menutup sejumlah lokasi keramaian dan tempat hiburan di Kota Manado, hingga 12 April 2020. Produk kebijakan ini merupakan langkah tanggap pemerintah, dalam meresponi perkembangan status Covid-19 terbaru di Manado. Informasi selengkapnya, tertuang dalam lampiran surat. (RE)