32 Provinsi Tersusupi Corona, Tinggal Dua Daerah Steril

achmad yurianto
dr. Achmad Yurianto. (Dok. BNPB)

KOMUNIKASULUT.COM – Pemerintah kembali menyajikan kalkulasi data perkembangan Covid-19 dari daerah-daerah Indonesia. Hingga 2 April 2020, terdapat penambahan 113 pasien positif corona di tanah air. Sehingga jumlah keseluruhan menjadi 1.790 orang.

Data tersebut dirangkum Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, dr. Achmad Yurianto, yang kemudian disampaikan pada konferensi pers di Graha Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Jakarta Timur.

“Saudara-saudara sekalian, pada kesempatan hari ini saya sampaikan perkembangan kasus yang kita dapat. Terhitung dari tanggal 1 April 2020 pukul 12.00 WITA, sampai dengan 2 April 2020 pukul 12.00 WITA, ada penambahan kasus konfirmasi positif yang baru sebanyak 113. Sehingga jumlah total menjadi 1.790 kasus positif akumulatif,” bukanya.

Sementara itu, kurva pasien yang berhasil sembuh dan telah diijinkan pulang, juga ikut bertambah sembilan orang. Demikian juga angka kematian yang disebabkan pandemi ini, naik 13 orang.

“Kemudian ada sembilan pasien yang sudah sembuh, sehingga total menjadi 112 pasien. Ada juga laporan kematian dari pasien konfirmasi positif sebanyak 13 orang, sehingga jumlah total kematian menjadi 170 orang,” tambah Achmad.

Diketahui, Covid-19 telah menyusup di hampir seluruh provinsi Nusantara. Sehingga menyisahkan dua provinsi yang masih steril dari kehadiran wabah ini, yakni Gorontalo dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Sedangkan daerah penyumbang kasus penularan terbesar, adalah Ibukota Indonesia sendiri. Dengan 897 pasien terkonfirmasi positif.

Berikut indeks 32 Provinsi Indonesia yang telah disentuh Covid-19:
Aceh (5 Kasus)
Bali (25 Kasus)
Banten (164 Kasus)
Bangka Belitung (2 Kasus)
Bengkulu (1 Kasus)
DI Yogyakarta (27 Kasus)
DKI Jakarta (897 Kasus)
Jambi (2 Kasus Positif)
Jawa Barat (223 Kasus)
Jawa Tengah (104 Kasus)
Jawa Timur (104 Kasus)
Kalimantan Barat (10 Kasus)
Kalimantan Timur (21 Kasus)
Kalimantan Tengah (9 Kasus)
Kalimantan Selatan (8 Kasus)
Kalimantan Utara (2 Kasus)
Kepulauan Riau (7 Kasus)
Nusa Tenggara Barat (6 Kasus)
Sumatera Selatan (11 Kasus)
Sumatera Barat (8 Kasus)
Sulawesi Utara (3 Kasus)
Sumatera Utara (22 Kasus)
Sulawesi Tenggara (3 Kasus)
Sulawesi Selatan (66 Kasus)
Sulawesi Tengah (2 Kasus)
Lampung (8 Kasus)
Riau (7 Kasus)
Maluku Utara (1 Kasus)
Maluku (1 Kasus)
Papua Barat (2 Kasus)
Papua (10 Kasus)
Sulawesi Barat (1 Kasus)

Di sisi lain, terdapat 28 kasus di luar indeks tersebut yang sedang proses verifikasi di lapangan. Sehingga belum bisa diklasifikasikan dalam wilayah domisilinya. (RE)