Meroketnya Kasus Corona Diperlukan Untuk Memutus Rantai Penyebaran

achmad yurianto
dr. Achmad Yurianto (Dok. BNPB)

KOMUNIKASULUT.COM – Update jumlah kasus corona di Indonesia datang dari Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Jumat (3/4/2020). Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, dr. Achmad Yurianto, memperbaharui angka tersebut melalui keterangan persnya kepada awak media.

“Akan saya sampaikan update data dari layanan perawatan rumah sakit, untuk penderita Covid-19 yang sudah terkonfirmasi positif melalui pemeriksaan laboratorium. Pada hari ini bertambah 196 orang, sehingga jumlah positif menjadi 1.986. jumlah kasus yang sembuh meningkat 22 orang, sehingga total menjadi 134 orang. kemudian yang meninggal bertambah 11 orang, menjadi 181 orang,” infonya.

Menyikapi angka kasus Covid-19 yang semakin meroket, Achmad menerangkan bahwa hal ini memang diperlukan untuk terjadi. Karena menurutnya, “Salah satu kunci memutuskan mata rantai ini, dengan menemukan kasus baru yang masih ada di tengah masyarakat. Sehingga kita kemudian bisa melakukan pencegahan maksimal. Karenanya kita akan memperbanyak lagi fasilitas penguji untuk pemeriksaan Covid-19,” terangnya.

“Sekarang ada 48 laboratorium yang beroperasi, dengan kapasitasnya masing-masing. Kita akan menambah dan mengaktifkan beberapa alat diagnostik yang semula untk pemeriksaan TBC, tapi ternyata secara teknologi bisa dikonversi untuk pemeriksaan Covid-19. Ini cukup banyak jumlahnya dan tersebar di tanah air. Kita akan bekerja keras untuk mengejar ini semuanya,” lanjut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI itu.

“Dan sampai  saat ini,” lugas Achmad, “sudah ada 300 ribu APD yang didistribusikan ke seluruh wilayah. Di luar Jawa dan Bali, lebih dari 5000 APD diberikan ke masing-masing provinsi terwabah. Ini untuk digunakan tenaga kesehatan yang menangani kasus Covid ini. Ini jumlah yang belum mencukupi jika dihadapkan pada perkembangan kasus. Oleh karena itu kami senantiasa mencari APD ini, dan mendistribusikan kembali.”

Dengan demikian, pemerintah kembali mengajak masyarakat agar mau ambil bagian dalam memerangi penularan virus ini. Salah satu hal yang bisa dilakukan, yakni disiplin menerapkan segala protokol kesehatan yang dianjurkan WHO dan pemerintah. Seperti tidak bolong melakukan physical distancing, cuci tangan dengan sabun di air mengalir, mengurangi beraktivitas di luar rumah, dan mengurungkan niat untuk mudik. Dengan begitu kita dipastikan mampu menyelamatkan nyawa kita sendiri, dan orang-orang terkasih.

“Saya yakin, bahwa kita semua mampu menjadi pahlawan dalam kaitannya dengan pengendalian penyakit ini. Kita jadi pahlawan yang bisa melindungi orang lain, bisa melindungi keluarga kita, bisa melindungi anak-anak kita, bisa melindungi semua masyarakat yang ada di sekitar kita, dan kita yakin bisa melindungi bangsa ini. Semua berawal dari kita. Indonesia pasti bisa,” optimis Achmad. (RE)