Kampus Perlu Fasilitasi Kuota Internet Mahasiswa, Lancarkan Kuliah Online

surat terbuka lam fh unsrat
Surat terbuka LAM FH Unsrat.

KOMUNIKASULUT.COM – Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado mempertanyakan tanggung jawab kampus dalam memfasilitasi kebutuhan kuota internet civitas akademika, selama mengikuti masa kuliah online di tengah pandemi corona.

Hal ini disampaikan Lembaga Advokasi Mahasiswa (LAM) Fakultas Hukum Unsrat kepada rektorat, dalam bentuk surat terbuka yang diedarkan melalui media daring. Alasan mereka, keterbatasan kuota internet menjadi salah satu hambatan mahasiswa dalam melaksanakan e-Learning.

“Pelaksanaan e-Learning di lapangan banyak sekali terhambat terkait biaya internet, karena dampak dari penyebaran virus corona ini. Ini tentu menjadi kendala, karena biaya untuk membeli kuota dalam menunjang kegiatan belajar mengajar dengan sistem daring ini,” jelas Pascal Toloh selaku Ketua LAM FH Unsrat, Jumat (3/4/2020).

Pascal juga mengharapkan respon cepat dari pimpinan kampus, untuk segera menindaklanjuti kebutuhan mahasiswa tersebut. Seperti yang sudah dilakukan sejumlah kampus di Indonesia, dengan memberikan bantuan kuota internet dalam bentuk voucher atau pulsa kepada warga kampusnya.

“Karena ada beberapa perguruan tinggi yang statusnya akreditasi A telah melakukan kebijakan ini, seperti UGM dan Universitas Diponegoro. Kiranya Unsrat bisa mengeluarkan kebijakan yang sama, karena keputusan ini yang bisa menyejahterakan mahasiswa Unsrat,” harapnya.

Diketahui, sebelumnya Unsrat telah bekerja sama dengan operator Telkomsel untuk pengadaan 30 GB kuota internet pada 19 Maret 2020. Namun tidak semua warga kampus yang bisa mengakses subsidi tersebut, dan mengaku kebingungan mencari cara menggunakannya sampai saat ini.

Penulis: Tiara Piri (Pers Mahasiswa Acta Diurna)