BMKG Ingatkan Warga Tidak Termakan Hoaks Pasca Gempa

Rahmat Triyono, S.T, Dipl, Seis, M.Sc. (Foto Ist)

KOMUNIKASULUT.COM – Menindaklanjuti kondisi pasca gempa (6.1 Skala Richter) di laut Maluku Utara, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, S.T, Dipl, Seis, M.Sc, meminta masyarakat tetap tenang, jangan biarkan diri panik, dan kritis meresponi arus informasi yang beredar usai terjadi aktivitas seismik.

“Masyarakat dihimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Terlebih itu, langsung menghindari bangunan yang terlihat retak atau rusak akibat gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan, sebelum anda masuk kembali dalam rumah,” pesan Rahmat.

Baca juga : Gempa 6.1 SR Guncang Laut Malut, Tidak Berpotensi Tsunami

Segala pemberitahuan yang beredar pasca gempa, tidak dibenarkan untuk langsung dipercaya. Apalagi yang diedarkan dari pihak tidak berkewenangan. Melainkan, tunggulah sampai ada informasi resmi dari pemerintah setempat, atau stakeholder yang mewakili.

“Pastikan sumber informasi resmi hanya bersumber dari BMKG. Yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi dan telah terverifikasi. Seperti instagram, twitter, @infoBMKG, website BMKG (http://www.bmkg.go.id/ inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps di IOS dan Android (wrs bmkg/ infobmkg),” tambah Rahmat.

Diketahui, sampai saat ini belum ada laporan kerusakan gempa dari wilayah terdampak getaran seismik. Seperti Bitung, Siau, Manado yang masuk wilayah kategori III-IV MMI, serta wilayah kategori II MMI seperti Ternate.

Berdasarkan hasil pemodelan dan analisis mekanisme sumber gempa oleh BMKG, aktivitas ini tidak berpotensi tsunami. Karena memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, juga adanya deformasi batuan pada lempeng laut Maluku, sehingga diklasifikasikan sebagai gempa level menengah. Juga gempa ini memiliki mekanisme pergerakan naik, atau thrust fault.

Informasi ini disampaikan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, melalui pesan daring dalam grup jejaring BMKG Sulut, Senin (6/4/2020). Selepas terjadinya gelombang seismik di kedalaman 10 km laut Jailolo-Maluku Utara pukul 01.37 WIB. (RE)