Pemkab Talaud Ingin KRI TCW-533 Kembali Kunjungi Bumi Porodisa

forkopimda talaud lanal melonguane bersama kri tcw 533
Kebersamaan Forkopimda Talaud, personil Lanal Melonguane, dan KRI TCW-533. (Foto Ist)

KOMUNIKASULUT.COM – Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Teluk Cendrawasih (TCW) 533 telah beranjak dari Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Melonguane, Kabupaten Talaud, pada Rabu (15/4/2020), setelah sebelumnya berlabuh selama hampir satu hari di Bumi Porodisa.

Kehadiran Bupati yang diwakili Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra Sekda Talaud, Daud Malengsang, S.Sos, mengungkapkan antusiasme pemerintah kabupaten dengan kedatangan korps AL yang dinahkodai Letkol Laut (P) Hapsoro Angling itu.

“Mewakili pemerintah daerah dan masyarakat, kami menyampaikan rasa bangga dan ucapan terima kasih terhadap TNI Angkatan Laut. Di mana TNI Angkatan Laut melalui operasi yang mengerahkan kapal perang di perairan wilayah Talaud, telah memberikan rasa aman bagi masyarakat,” tuturnya.

“Kiranya apabila terjadi bencana dan ancaman lainnya di Bumi Porodisa ini, TNI Angkatan Laut dapat memberikan dukungan dan bantuannya dengan mengerahkan kapal-kapal perang, pesawat maupun personelnya,” harap Malensang menjelang keberangkatan KRI TCW-533.

Pemkab Talaud sekaligus mengungkapkan permohonan maaf karena dr. Elly Engelbert Lasut, M.E, selaku Bupati Talaud tidak bisa bergabung dalam kegiatan penyambutan dan pelepasan, bersama seluruh personel KRI TCW-533, Lanal Melonguane, dan jajaran Forkopimda Talaud.

“Kami juga menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Talaud karena tidak bisa turut menghadiri pelepasan. Dikarenakan pada saat yang bersamaan Bupati beserta pejabat Forkopimda Kabupaten Talaud, sedang melaksanakan kegiatan pelepasan tim monitoring dan pengawasan penyelenggaraan penanganan Covid-19 di Talaud,” pungkasnya.

Dengan demikian, keberangkatan KRI TCW-533 dibantu tim meer-ploeg (tim berlabuh) Lanal Melonguane. Dan berhasil bertolak dari dermaga menuju lautan lepas untuk melanjutkan operasi mereka. Pelepasan diiringi penghormatan seluruh pasukan Lanal Melonguane, Forkopimda, dan dari masyarakat Talaud sendiri. (MN)