Semangat Kartini Tidak Akan Tergerus ‘Pandemi’

Netty Pantow (kiri), R.A. Kartini (tengah), Imelda Rewah (kanan). (Foto Ist.)

KOMUNIKASULUT.COM – Pandemi Covid-19 tidak akan mampu merenggut semangat emansipasi wanita, yang sudah diperjuangkan Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat sedari dulu sampai saat ini; atau yang erat kita sapa R.A. Kartini.

Pesan ini yang ingin disampaikan para srikandi yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara, pada Hari Kartini, Selasa (21/4/2020).

Kepada awak media, Netty Agnes Pantow, S.E, dan Imelda Novita Rewah S.Pd, mengajak seluruh kaum perempuan yang ada di Sulut maupun di pelosok tanah air,  agar tidak gentar dengan imbas yang ditimbulkan corona. Melainkan tetap berbuat untuk sesama, dan tetap tegar menjadi tiang doa keluarga.

“Bicara emansipasi wanita, dahulu kan Kartini yang menjadi contoh jangan mau kalah dengan laki-laki. Tapi perempuan harus mampu berkreasi, kemudian perempuan harus mampu berinovasi,” buka Imelda.

“Apapun yang dipercayakan kepada kita, usahakan menjadi berkat bagi banyak orang. Meskipun hanya ibu rumah tangga, tetap menjadi bijak di tengah keluarga. Di tugas manapun yang dipercayakan, harus berintegritas,” sambung legislator dari Fraksi PDIP itu.

“Di Hari Kartini ini,” sebut Imelda, “Saya mengajak seluruh wanita Indonesia menjadi wanita yang lebih bijak dalam menanggapi segala kondisi, apalagi menangani wabah Covid-19. Jadilah Kartini moderen, dengan tetap menampilkan yang terbaik dan penuh tanggung jawab.”

Sementara itu, Netty menambahkan, “Berbicara Kartini tidak hanya bicara perempuan yang sudah menikah. Tapi berbicara kaum perempuan sejak masih kecil sampai usia lanjut. Karena itu, perempuan di era sekarang harus terus maju. Jangan pernah terpuruk dengan kondisi yang ada. Tetap semangat, bersabar, bertekun di dalam doa, sambil mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap tinggal di dalam rumah.”

Netty memang tidak menampik, jika pandemi corona bisa dilalui dengan mudah oleh seluruh wanita di luar sana.  Namun dirinya meyakini, semangat Kartini masih terefleksi dalam diri para kaum perempuan Indonesia.

“Tentu kita memahami kondisi yang sulit ini tidak akan membuat kaum perempuan pudar dalam semangatnya. Jadilah kita sebagai tiang doa di kehidupan keluarga kita masing-masing. Memang tidak mudah di saat seperti ini, tapi Kartini yang menjadi tokoh kita, adalah Kartini yang mampu mengemansipasi kaum perempuan dengan semangatnya,” tuturnya.

Semangat itu tidak akan pudar seiring berjalannya waktu. Namun akan tetap serupa dalam benak dan diri setiap representasi kaum ‘puan’ di Indonesia. Begitupun di Sulawesi Utara.

“Semangat itu berlaku tidak hanya pada waktu yang lalu. Karena Kartini masa lalu juga adalah Kartini di masa kini. Selamat Hari Kartini bagi seluruh kaum perempuan di Sulawesi Utara,” ucap Ketua Fraksi Demokrat di DPRD Sulut tersebut. (RE)