Karang Taruna Lalue Tengah-Talaud, Terancam Dibubarkan Kepala Desa

ketua karang taruna lalue tengah talaud
Arlen Tumbal.

KOMUNIKASULUT.COM – Karang Taruna di Desa Lalue Tengah, Kecamatan Essang, Kabupaten Talaud, menyayangkan keputusan kepala desa mereka yang akan membubarkan keberadaan organisasi. Terlebih, dengan alasan yang dinilai kurang rasional.

Arlen Tumbal selaku Ketua Karang Taruna Lalue Tengah, mengungkapkan bentuk kekecewaan mereka terhadap kebijakan sepihak dari aparatur desa tersebut.

“Karang taruna masih ingin melanjutkan kegiatan dengan semangat 45. Tetapi menjadi down dengan adanya sikap pemerintah desa, yang tidak mendukung program karang taruna,” bukanya kepada awak media, Minggu (26/4/2020).

Sebab-akibat yang menjadi dasar keputusan kepala desa dianggap egois, tidak logis, dan tidak substansial. “Dengan alasan karang taruna membebankan Kades, dalam pemberian konsumsi di pos jaga Covid-19. Dan tidak ada dasar aturan yang dipakai Kades untuk keputusan ini,” sambung Arlen.

Tindak lanjut dari wacana ini masih menunggu hasil musyawarah desa. Sehingga keputusannya bisa memiliki legitimasi yang resmi, kolektif, demokratis, dan sesuai prosedur dari aturan yang berlaku.

“Terkait dengan hal ini, Karang Taruna Lalue Tengah  masih ingin melibatkan diri dalam Karang Taruna Nangaramonna. Dan kami masih menunggu keputusan musyawarah Desa Lalue Tengah, mengenai pembubaran karang taruna,” lanjut Arlen.

Adapun landasan hukum yang dipegang Karang Taruna Lalue Tengah adalah, “Permensos  Nomor 77/HUK/2010, Pasal 5, yang menyebutkan bahwa ‘Karang Taruna memiliki tugas pokok secara bersama-sama dengan Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota, serta masyarakat lainnya. Untuk menyelenggarakan pembinaan generasi muda dan kesejahteraan sosial’.”

“Dengan adanya Undang-Undang tersebut, Karang Taruna Lalue Tengah masih punya kerinduan untuk melibatkan diri dalam kegiatan desa. Asalkan ada sambutan baik dari pemerintah desa. Karena seharusnya, karang taruna dibentuk dan dinaungi oleh pemerintah desa,” tandas Arlen.

Penulis: Oslan Sarimbangun (Pers Mahasiswa Acta Diurna)