Unsrat Upayakan Subsidi Kuota Internet Bisa Diakses Semua Mahasiswa

wakil rektor 3 unsrat
Drs. Ronny Gosal, M.Si. (Foto Ist)

KOMUNIKASULUT.COM – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado telah menepati janjinya untuk mengadakan bantuan kuota internet kepada civitas akademika, dalam mendukung pemberlakuan kuliah online yang sudah hampir satu bulan dijalankan.

Bekerja sama dengan dua provider besar di Indonesia, Unsrat mulai menyalurkan bantuan daring di sebelas fakultas yang ada di kampus tersebut.

Meskipun belum bisa menjangkau seluruh mahasiswa aktif di semester genap 2019/2020, namun rektorat sedang mengupayakan supaya semuanya bisa memanfaatkan bantuan ini sebagaimana mestinya.

“Karena baru hari ini dimulai pembagian penggunaan kuota gratis untuk mahasiswa, jadi saat ini belum bisa dipastikan kalau sebelas fakultas sudah terpenuhi. Tapi, kalau targetnya berdasarkan kerja sama dengan Telkomsel dan Indosat, hari ini juga targetnya sudah bisa terpenuhi,” tutur Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsrat, Drs. Ronny Gosal, M.Si.

Sementara menunggu terpenuhinya semua sasaran bantuan, WR 3 mengharapkan tidak ada lagi kendala yang berarti dalam pelaksanaan E-Learning di Unsrat. Terlebih bagi mahasiswa yang sudah bisa mengakses subsidi internet tersebut.

“Saya harapkan, tidak ada lagi mahasiswa yang beralasan tidak bisa mengikuti kuliah online karena terkendala kuota internet. Semoga proses belajar mengajar semakin berjalan lancar,” imbuhnya kepada KOMUNIKASULUT.COM, Senin (27/4/2020).

Diketahui, kuota internet yang disediakan Telkomsel dan Indosat sebesar 50 GB (seharga Rp 100.000), dengan masa berlaku selama 30 hari saja. Mahasiswa diarahkan mendaftarkan nomor telepon di Portal SIT Unsrat, untuk memperolehnya. Batas waktu pendaftarannya sendiri telah berakhir pada 25 April 2020.

Setelahnya, mahasiswa akan menerima pesan masuk dan konfirmasi dari provider masing-masing. Kemudian, ‘Bantuan Kuota Internet Edukasi’ sudah bisa dikenakan.

Pengadaan bantuan ini sempat menjadi polemik di antara warga Unsrat. Sebagian organisasi mahasiswa menilai rektorat kurang responsif, dengan kendala dan hambatan yang dialami mahasiswa selagi melaksanakan kuliah daring.

Namun demikian, Unsrat telah menjawab semua sesalan tersebut pada kesudahannya.(YA2)