GAMKI Canangkan Empat Program Sosial, Ringankan Beban Pandemi Masyarakat

logo gamki
Foto Ist.

KOMUNIKASULUT.COM – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) telah mencanangkan empat program sosial untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19. Ini diharapkan mampu menjangkau sebagian besar warga terimbas Pandemi di 34 provinsi, 416 kabupaten, dan 98 kota yang ada di Indonesia.

Sekretaris Umum DPP GAMKI, Sahat Martin Philip Sinurat, S.T, M.T, menerangkan hal itu saat menjadi pemantik webinar bertemakan “Langkah Aktivis Menuju New Normal,” yang dilangsungkan Literasi Milenial Sulawesi Utara pada sabtu (30/5/2020).

“GAMKI sekarang sedang melaksanakan beberapa program. Pertama, kita membuat Relawan Pemuda untuk Desa Siaga Covid-19. Hingga kini ada hampir 500 relawan, di 500 desa seluruh Indonesia. Ada juga seratusan Relawan di Sulut,” ujarnya.

“Relawan yang sudah dibentuk selama dua minggu ini, akan bertugas hingga dua bulan kedepan. Mereka bertugas memastikan setiap desa menjalankan protokol kesehatan, memastikan pembagian dana BLT sesusai prosedur, dan memastikan ketahanan pangan bisa berjalan di setiap desa,” lanjut Sekum.

Program kedua adalah menyediakan call center, untuk melayani keluhan kesehatan masyarakat. Sehingga warga tidak perlu mengeluarkan administrasi berlebih untuk bergegas ke rumah sakit, untuk berkonsultasi tentang gejala penyakit yang mungkin dialami.

“Program kedua yang GAMKI lakukan adalah layanan konseling. Ini seperti yang dilakukan GMKI. Mereka lakukan konseling dalam bidang kesehatan. Kalau ada masyarakat yang fisiknya kurang sehat, tanpa harus peri ke rumah sakit atau ke dokter, mereka tinggal menghubungi nomor kontak yang ada. Kita melayani konseling dalam bagian pastoral dan psikologis,” jelas Sekum.

“Karena dampak pandemi ini tidak selalu menyoal kesehatan. Mereka banyak stres, beban pikiran, dan mental terganggu. Bisa karena dirumahkan, PHK, putus dari pacar, sampai gagal menikah. Dampak ini yang mengganggu psikologis kita. Ini sudah kita jalankan sebanyak empat kali sampai saat ini,” sambungnya.

Dengan demikian, program ketiga dan keempat adalah, “Melakukan pembagian sembako bagi mahasiswa rantauan dan kurang mampu. Juga mengadakan dapur umum. Di sini ada beras, sarden, telur dan berbagai bahan makanan lainnya yang kita kumpulkan secara swadaya, maupun mendapat sumbangan dari masyarakat,” rangkum Sahat. (RE)