Alumni FEB Unsrat Salurkan Ratusan Bantuan ke Mahasiswa Terdampak Corona

alumni feb unsrat manado salurkan bantuan corona

KOMUNIKASULUT.COM – Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, telah menyalurkan ratusan bantuan bagi mahasiswa terdampak pandemi. Baik dalam bentuk paket sembako, maupun uang tunai.

Asa Awondatu, S.E, selaku Juru Bicara Tim Peduli Covid-19 Alumni FEB Unsrat, menuturkan teknis pelaksanaannya.

“Tim telah menyalurkan ratusan sumbangan untuk internal mahasiswa FEB, dengan kriteria berasal dari luar Manado, indekost, tidak punya pekerjaan sampingan, dan tidak mendapat bantuan dari keluarga juga pemerintah, karena KTP di luar Manado. Semua database di FEB telah selesai didistribusi,” jelasnya.

Selain itu, tim menerangkan mekanisme pemberian bantuan kepada mahasiswa.

“Metode penyaluran bantuan ada dua, yaitu penerima mengambil sendiri paketnya di toko yang telah ditentukan, atau dalam bentuk bantuan langsung tunai via transfer,” tutur Erick Kawatu, S.E, M.M, dan Ricky Wowor, S.E, yang merupakan mantan Sekretaris Senat Mahasiswa FEB, didampingi mantan Ketua Himaju Akuntansi, Theo Herwanto.

“Kegiatan ini akan diaudit oleh auditor yang telah disepakati alumni. Kegiatan ini akan kami tutup pada 30 Juni 2020,” lengkap mereka.

Bantuan tidak lagi sekedar menyasar civitas akademika FEB, tapi jangkauannya diperluas untuk menyentuh seluruh mahasiswa Unsrat. Ini sebagaimana dikoordinasikan Andika Mongilala, S.E, M.M, dan Deby Tamaka, S.E, M.E, selaku mantan Ketua Senat Mahasiswa FEB.

“Karena masih terdapat surplus dana, maka sejak 13 Juni 2020 bantuan tidak hanya diperuntukkan bagi internal FEB. Namun melebar ke seluruh mahasiswa di Unsrat. Yang terpenting memenuhi persyaratan yang ditentukan,” ungkap keduanya.

Dengan demikian, auditor Tim Peduli Covid-19 Alumni FEB Unsrat mengharapkan rangkaian kegiatan kemanusiaan ini bisa terlaksana dengan baik dan benar. Baik secara teknis dan administratif, bisa transparan dan mampu dipertanggungjawabkan.

“Kegiatan ini kiranya dapat terselenggara secara efektif dan tepat sasaran. Semoga pengelolaan dananya pun dapat dilakukan secara transparan dan dipertanggungjawabkan dengan baik,” lugas Kherly Emor dan Fahmi Sjawie.

“Untuk setiap dana penyumbang yang masuk, kami juga melakukan dual control untuk memastikan semuanya sampai pada titik sasaran. Sangat bangga bisa berbagi dengan teman-teman mahasiswa,” tandas mereka. (RE)