Pengaktifan Kegiatan Pendidikan di Tengah Pandemi Terlalu Beresiko

sufmi dasco ahmad
Dr. Ir. Sufmi Dasco Ahmad, S.H, M.H. (Dok. Parlementaria)

KOMUNIKASULUT.COM – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menilai wacana mengaktifkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sekolah, di tahun ajaran baru terlalu beresiko. Meskipun lembaga pendidikannya berada di wilayah zona hijau.

Ini diutarakan Wakil Ketua DPR-Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan (Korekku), Dr. Ir. Sufmi Dasco Ahmad, S.H, M.H, kepada awak media di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Rabu (18/6/2020).

“Menurut saya masih terlalu beresiko untuk membuka kembali sekolah, walaupun ada di zona hijau. Karena bagaimanapun, anak-anak sekolah ini sangat rentan jika diperhadapkan dengan situasi pandemi Covid-19,” tuturnya.

Aktivitas pendidikan melalui media daring dinilai masih lebih relevan, untuk diterapkan di tengah kondisi penjalaran virus yang sukar diprediksi. Kesehatan para siswa lebih terjamin, ketimbang buru-buru mengadakan kembali sistem pembelajaran konvensional.

“Tak ada yang menjamin murid dapat diawasi dan dihindarkan dari penularan Covid-19. Karena itu, KBM tetap digelar secara daring. Hal ini untuk kepentingan keselamatan bersama,” saran Sufmi.

Ada banyak hambatan yang akan ditemui pemerintah, jika kebijakan dipaksakan untuk terlaksana. Di antaranya adalah, pengadaan infrastruktur dan suprastruktur penunjang protokol kesehatan di setiap sekolah membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

“Dengan anggaran yang terbatas di masing-masing sekolah, untuk penyiapan infrastruktur dan lain-lain, karena itu menurut saya tetap harus ditunda dulu. Izin dari orang tua memang diperlukan, tetapi ketika murid di lingkungan sekolah itu kan sudah bukan tanggung jawab orang tua. Jadi, jangan kita terlalu spekulasi untuk anak sekolah,” tutup Pimpinan DPR itu. (**/REI)