Covid-19 Tidak Jadi Halangan untuk Lestarikan Lingkungan Sulut

stefanus pusung inisiator penanaman 3000 bibit pohon mahoni
Stefanus Pusung, salah satu inisiator penanaman 3000 bibit pohon mahoni di Sulut.

KOMUNIKASULUT.COM – Covid-19 telah mengekang aktivitas dan rutinitas masyarakat global. Tak ubahnya dengan Sulawesi Utara, hampir seluruh penduduk dipaksa berkegiatan dari rumah –hingga berlakunya New Normal. Entah yang berprofesi di unit swasta maupun pemerintah, merasakan hal yang sama.

Lusinan agenda dan program kerja yang telah dirancangkan segelintir pihak, didesak untuk ditunda hingga terancam diurungkan pelaksanaannya. Namun, kondisi ini tidak berlaku untuk sebagian orang di Bumi Nyiur Melambai.

Seperti halnya yang dilakukan Berry Bertrandus dan Stefanus Pusung, di tengah pandemi mereka tetap bisa melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi banyak orang. Terlebih untuk lingkungan sekitar.

berry bertrandus dan stefanus pusung
Berry Bertrandus (kiri) dan Stefanus Pusung (kanan).

Bersinergi dengan kelompok Masyarakat Lingkar Tambang, mereka mengadakan aksi penanaman 3000 bibit pohon mahoni di Puncak Alason, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kamis (18/6/2020).

Untuk itu, Berry dan Stefanus mengajak seluruh elemen masyarakat melakukan hal serupa di lingkungannya masing-masing. Tidak harus sama persis, tapi setidaknya bisa memiliki dampak yang selaras.

“Ini poin sebenarnya dari kegiatan ini. Kami berharap bisa jadi contoh buat yang lain. Bayangkan dampak yang bisa ditimbulkan, kalau ada sepuluh kelompok yang mau berbuat seperti kami!?” cetus Berry kepada awak media, Selasa (23/6/2020).

Dirinya tidak menampik jika aksi peduli lingkungan yang sementara berjalan ini, mampu berkontribusi besar bagi daerah. Tapi Berry dan kawan-kawan tetap optimis, tindakan mereka memiliki hasil yang positif bagi ekosistem.

“Mungkin 3000 pohon ini belum ada artinya. Mungkin kami cuma mampu segini. Bisa jadi, orang lain bisa lebih banyak. Atau sekalipun lebih sedikit, tapi sudah timbul kemauan dari mereka untuk melakukan yang serupa,” ungkapnya.

“Karena kembali lagi, ini cuma persoalan siapa yang mau dan peduli untuk melaksanakan kegiatan seperti ini. Kami sendiri tetap ingin berbuat untuk masyarakat,” tutup Ketua Harian Persatuan Olahraga Airsoft Indonesia (Porgasi) Sulawesi Utara itu. (RE)