Pemprov Sulut Salurkan Insentif Tenaga Kesehatan untuk Penanganan Covid-19

olly dondokambey dan steven kandouw
Olly Dondokambey, S.E, dan Drs. Steven Kandouw. (Foto Ist)

KOMUNIKASULUT.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara telah membayar insentif tenaga medis dan non medis, dalam upaya penanganan Covid-19 di Bumi Nyiur Melambai. Total nominalnya sebesar Rp 1.3 Miliar.

Anggaran tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sulut, dan tidak menggunakan biaya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Ini sebagaimana dipaparkan Sekretaris Dinas Kesehatan Sulut, Rima Lolong kepada awak media, Selasa (14/7/2020).

“Dana sebesar ini bersumber dari APBD untuk membayar insentif bulan Mei dan sebagian bulan Juni. Besaran insentif yang diberikan bervariasi. Untuk dokter spesialis menerima Rp 7.500.000, dokter Rp 5.000.000, dan tenaga non medis Rp 3.000.000,” jelasnya.

Insentif ini untuk membayar seluruh tenaga kesehatan, yang tidak dibiayai dari dana Kementerian Kesehatan untuk penanganan Covid-19. “Kalau dari Kementerian Kesehatan untuk membayar insentif tenaga kesehatan yang ada di rumah-rumah sakit rujukan,” tambahnya.

Insentif ini hanya dianggarkan untuk membayar tenaga kesehatan yang ada di rumah isolasi, tenaga laboratorium, serta tenaga kesehatan Dinkes Sulut yang melakukan tracing.

“Anggaran insentif untuk tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan yang berasal dari Kemenkes RI, diperkirakan sebesar Lima Miliar Rupiah, dan masih dalam proses verifikasi,” teranbg Rima.

Diketahui, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Sulut telah mengerahkan 6.507 tenaga medis, yang bertugas di 48 rumah sakit yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.  Baik rumah sakit milik pemerintah maupun swasta.

Jumlah tenaga medis ini meliputi 1.525 dokter; 530 dokter umum, 124 dokter spesialis penyakit dalam, dan 871 dokter spesialis lainnya. Juga melibatkan 4.982 perawat dan bidan. (YA2)