PKP-LPPM Unsrat Edukasi SD Kristen Rehobot Hadapi New Normal

KOMUNIKASULUT.COM – Pusat Kajian Perempuan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sam Ratulangi Manado terpanggil untuk melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat terkait pembelajaran tingkat sekolah dasar di masa pandemic Covid-19 di SD Kristen Rehobot Kota Manado.

Kegiatan sosialisasi dan penyamaan persepsi bertema “SD Kristen Rehobot menghadapi Normal Baru”, dibuka Ketua LPPM Unsrat Prof. Dr. Ir. Charles L. Kaunang, M.Sc dengan para pembicara Kepala Sekolah Yerfin Lagandesa, SPd, MA, dr Grace E. C. Karompis, MHSM, Dr.PH (dosen FKM Unsrat/fasilitator PKP LPPM Unsrat), Alwin Melkie Sambul, ST, M.Eng, Ph.D (Kepala TIK Unsrat) dan moderator Prof. Dr. Dingse Pandiangan, MSi (Ketua Komite Sekolah dan Ketua PKP LPPM Unsrat).

Keberadaan virus Corona awalnya terjadi di Kota Wuhan, RRC ternyata terus meluas ke seluruh negara yang ada di dunia ini. Akibatnya Pemerintah Indonesia pada tanggal 15 Maret mengeluarkan keputusan stay at home dengan melakukan aktifitas berupa bekerja, belajar dan ibadah dari rumah.

Keputusan stay at home hingga kini masih diberlakukan, khususnya pada proses belajar mengajar pada dunia pendidikan, apalagi jika daerah tersebut masih kategori penyebaran virusnya cukup tinggi termasuk Kota Manado.

Kegiatan sosialisasi mendapat respon positif dari para orangtua murid sebagai pihak yang paling berkepentingan dalam kegiatan belajar mengajar  berpola daring yang dilakukan di rumah masing-masing.

Dr Grace Karompis mengingatkan para orangtua bahwa kewaspadaan terhadap penyebaran  Covid-19 di Kota Manado termasuk di rumah dan sekolah harus terus dilakukan orangtua dan pihak sekolah.

“Sampai sekarang belum ada obat maupun vaksin untuk mengobati penyakit ini. Jadi kita harus terus waspada dan mengikuti protokol kesehatan seperti menggunakan masker, jaga jarak, dan rajin mencuci tangan,” tuturnya.

Sementara Kepala Sekolah Yerfin Lagandesa, SPd, MA menegaskan pola pembelajaran masih berupa daring (dalam jaringan) belum ada keputusan untuk belajar di ruangan kelas.

“Jadi kami melakukan beberapa model pembelajaran daring agar proses belajar mengajar terus berjalan sebagaimana seharusnya, meskipun akan banyak kendala yang dihadapi di lapangan,” tandasnya.

Orangtua juga harus mendukung proses belajar yang ditentukan sekolah agar anak tetap belajar meskipun di rumah.

“Mungkin belajar menggunakan aplikasi terus ditingkatkan karena kami juga binggung jika mengajar pada anak-anak yang masih di sekolah dasar ini,” tutur Zeth Popan SH mewakili orangtua.

Ketua PTI Unsrat  Alwin Melkie Sambul, ST, M.Eng, Ph.D memaparkan banyak model pembelajaran yang bisa dilakukan orangtua ketika belajar bersama anak di rumah dengan berbagai macam aplikasi sehingga anak-anak lebih terbiasa dengan teknologi juga sambil belajar dan bermain.

“Saya menyimpulkan agar anak bisa sukses dalam pembelajaran, guru dan orang tua harus kompak,” tandas Prof Dingse Pandiangan.

Hadir juga para fasilitator PKP LPPM Unsrat, Prof. Dr. Joyce Lapian, Dr. Ir. Reny Syarin, CES, M.Ars, Dr. Ir. Jein Rinny Leke, MS, Dr. Leviane J.H. Lotulung, S.Sos, M.I.Kom, dan Julianty Sanggelorang. (YA2)