PPDS Unsrat Tunggu Kepastian Penurunan UKT, Pelayanan Covid-19 Tetap Maksimal

komisi 4 dprd sulut serahkan surat rekomendasi
Komisi 4 DPRD Sulut menyerahkan surat rekomendasi kepada perwakilan mahasiswa PPDS-1 Unsrat, dr. Jacob Pajan.

KOMUNIKASULUT.COM – Mahasiswa Pendidikan Program Dokter Spesialis (PPDS-1) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, berada pada masa penantian. Mereka menunggu tuntutan penurunan Uang Kuliah Tunggal (UKT) segera direalisasi, sebelum masa tenggang pembayaran UKT 5 Agustus 2020.

Hasil audiensi mereka bersama Komisi 4 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, Rektorat Unsrat, dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulut, Rabu (29/7/2020), membuahkan surat rekomendasi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Untuk sementara, berdasarkan hasil pertemuan tadi, ada beberapa rekomendasi. Pihak rektorat dan pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, akan menyurat ke kementerian terkait aspirasi dari para residen,” lugas Koordinator Forum Residen Unsrat, dr. Jacob Pajan.

Nasib mahasiswa PPDS-1 bergantung pada kelanjutan surat rekomendasi tersebut. Meskipun Rektorat Unsrat dan Komisi 4 DPRD Sulut belum memberikan kepastian tanggal menyurat ke kementerian, kali ini mahasiswa memilih menunggu dan berharap pada janji kedua pihak itu.

“Tanggal memang belum ada, tapi kami tetap berharap semua sesuai aspirasi kami. Kami juga tidak minta muluk-muluk sampai pembebasan UKT. Keringanan saja yang diberikan kepada kami sudah cukup. Jika diberikan pencicilan dua kali, apa salahnya jika pencicilan pertama dibantu pihak rektorat. Dan pencicilan kedua, kami diberikan waktu beberapa bulan untuk menyiapkan dananya,” sahut dr. Jacob.

Namun demikian, mahasiswa PPDS-1 tetap memaksimalkan pelayanan kesehatan di tempat praktek mereka, yaitu RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou. Ini termasuk pelayanan pasien Covid-19.

Tetapi, jika sampai batas pembayaran UKT, Rektorat Unsrat dan Komisi 4 DPRD Sulut tidak bisa menepati janjinya, bisa-bisa 477 mahasiswa PPDS-1 akan cuti akademik sekaligus pelayanan di rumah sakit.

“Kinerja kami akan tetap sama seperti biasa, sambil kami menunggu tanggal 5 (Agustus 2020, red). Jika tanggal 5 belum ada keputusan, maka otomatis kembali lagi ke pihak rektorat. Apakah mereka akan memperpanjang, atau mereka akan membiarkan kami dalam kondisi cuti, dalam pelayanan kami untuk masyarakat Sulawesi Utara,” tutup dr. Jacob.

Diketahui, nominal UKT setiap satu semester yang harus dibayarkan mahasiswa PPDS-1 ke Unsrat, adalah 24 juta rupiah. Sedangkan, setiap tahunnya (dua semester) mereka harus membayar 48 juta rupiah. Ini tertinggi se perguruan tinggi di Indonesia. (RE)