Coklit Daftar Pemilih Bermasalah, Bawaslu Minut Kritik Ketelitian KPU

foto-istimewa
(Foto Ist)

KOMUNIKASULUT.COM – Tahapan pencocokan dan penelitian (Coklit) daftar pemilih yang dilaksanakan dari 15 Juli-13 Agustus 2020, berpotensi diulang.

Apa pasal? Dalam proses pengawasan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Minahasa Utara (Minut) dan jajarannya berhasil menemukan banyak persoalan.

Ketua Bawaslu Minut Simon Awuy melalui Kordiv Pengawasan Humas dan Hubal Rahman Ismail menjelaskan, temuan-temuan itu, diantaranya terdapat sejumlah 43 pemilih pemula yang tidak terdaftar di dalam formulir model A-KWK.

Kemudian ada 13 pemilih yang belum berusia 17 tahun, namun sudah menikah akan tetapi tidak terdaftar dalam formulir model A-KWK.

Hal ini diduga lantaran KPU Minut dan jajarannya tidak melakukan tahapan Coklit dengan baik.

“Ini tentunya berdampak pada pengulangan pekerjaan yang dilakukan oleh petugas pemutakhiran data pemilih dan Pengawas Desa dan Kelurahan (PDK), untuk menambahkan pemilih yang telah memenuhi syarat ke dalam form A-KWK yang seharusnya telah diselesaikan pada saat proses sinkronisasi data,” jelas Rahman Ismail, Selasa (18/8/2020).

Selain itu, pemilih dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK) Pemilu 2019 lalu tidak terdaftar dalam form model A-KWK sejumlah 18 pemilih, dan ada 4 pemilih dalam satu keluarga namun berbeda Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Keseluruhan data yang ditemukan ini adalah hasil dari uji petik yang dilakukan Bawaslu Minut dan jajarannya di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Minut,” tandas Rahman.

Ditambahkan Rahman, hambatan lainnya adalah pengawas pemilihan tidak dapat melakukan pengawasan dan analisis secara menyeluruh dan komprehensif.

Hal tersebut disebabkan, pengawas pemilihan tidak dapat mengakses Daftar Pemilih Model A-KWK karena KPU melalui keputusan KPU RI NOMOR 335/HK.03.1-Kpt/06/KPU/VII/2020 menetapkan Daftar Pemilih Model A-KWK sebagai informasi yang dikecualikan dilingkungan KPU.

“Berdasarkan uji petik yang dilakukan Bawaslu, keterbukaan data dan informasi antara penyelenggara Pemilu adalah hal yang sangat penting, mutlak dibutuhkan dan harus menjadi perhatian bersama. Keterbukaan informasi antara penyelenggara pemilihan menjadi kunci terwujudnya daftar pemilih yang akurat, mutakhir dan komprehensif,” tegas Rahman. (Red)