KPU : PKPU 13 Wajib Disosialisasikan !

(Foto Ist)

KOMUNIKASULUT.COM – Tahapan Pemilihan 2020 saat ini telah memasuki masa kampanye. Seperti tahapan sebelumnya, tahapan ini juga penting dan harus diikuti oleh pemahaman yang baik dari semua pihak, khususnya penyelenggara akan aturan yang baru direvisi dan juga berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan.

Berangkat dari hal tersebut, pada Sabtu (26/9/2020) Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menggelar sosialisasi Peraturan KPU tentang Kampanye Pemilihan dalam Kondisi Bencana Nonalam Covid-19. Webinar ini turut mengundang KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota.

Pelaksana harian (Plh) Ketua KPU RI, Ilham Saputra mengajak seluruh jajaran penyelenggara untuk memahami kembali dan mengikuti ketentuan baru dalam PKPU 13 Tahun 2020.

“Sudah ada PKPU 11,12, dan 13. Ikuti acara ini dengan seksama kemudian bapak/ibu sekalian lakukan sosialisasi kepada stakeholder lain tidak hanya kepada calon saja,” ujar Ilham di lansir dari Website KPU RI.

Sementara itu Anggota KPU RI, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi menjelaskan perbedaan ketentuan baru yang terdapat dalam PKPU 13 . Secara umum dalam PKPU 13 ini, KPU berupaya untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dalam mengurangi pertemuan tatap muka atau lebih mengutamakan proses kampanye melalui basis media sosial atau daring.

“Kampanye pada masa pandemi Covid-19, pertemuan terbatas dilaksanakan di dalam gedung, diutamakan melalui media sosial atau media daring, dalam hal tidak memungkinkan melalui media daring maka peserta dibatasi paling banyak 50 orang dan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat,” jelas Dewa.

Dewa juga menyampaikan hal baru pada debat publik yakni diselenggarakan di dalam studio Lembaga Penyiaran Publik atau Lembaga Penyiaran Swasta atau di tempat lainnya yang disiarkan secara langsung. “Kebijakan dan strategi penanganan, pencegahan dan pengendalian Covid-19 masuk dalam salah satu materi debat,” lanjut Dewa.

Di PKPU 13 juga disampaikan bahwa KPU dengan tegas melarang sejumlah kegiatan kampanye yaitu rapat umum, kegiatan kebudayaan berupa pentas seni, panen raya, dan/atau konser musik, kegiatan olahraga berupa gerak jalan santai, dan/atau sepeda santai; perlombaan, kegiatan sosial berupa bazar dan/atau donor darah dan peringatan hari ulang tahun partai politik.

“Sanksi yang diberikan bagi pelanggar juga beragam mulai dari sanksi tertulis sampai penghentian dan pembubaran kegiatan berdasarkan koordinasi Bawaslu,” tegasnya.

Kegiatan sosialisasi turut diikuti Anggota KPU RI, Viryan dan Evi Novida Ginting Manik. Deputi Bidang Teknis KPU RI, Eberta Kawima serta Kepala Biro Teknis dan Hupmas Nur Syarifah