Jelang Pilkada, Laboratorium Fispol Unsrat Gelar FGD

KOMUNIKASULUT.COM – Menjelang Pilkada 2020, laboratorium Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fispol) Universitas Sam Ratulangi Menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Efektifitas Kampanye Digital di Masa Pandemi Covid-19”.

Bertempat di Lantai 3, Gedung Baru Fispol, diskusi dibuka langsung oleh Dekan Fispol Dr. Drs Novie Pioh M.Si, dan dihadiri oleh Ketua KPU Kota Manado, Pimpinan Bawaslu Kota Manado Heard Runuwene, beserta Dosen dan mahasiswa Fispol. Selasa (13/10/2020).

Heard Runtuwene, selaku pemantik mengatakan kampanye digital di saat inj sangat efektif untuk dilakukan apalagi di ditengah pandemi Covid-19 yang saat ini sementara mewabah.

“Kampanye digital khususnya media internet di masa pandemi covid-19 ini sangat efektif, mengingat di masa sekarang pemerintah melarang akan adanya kegiatan – kegiatan yang membuat orang banyak berkumpul seperti kampanye terbuka,” kata Hard.

Lanjutnya, menurut data yang ada sekitar setengah lebih penduduk Indonesia aktif dalam menggunakan Internet.

“Menurut survei CNBC tahun 2019 ada sekitar 150 juta orang pengguna aktif atau sekitar 56% maasyarakat indonesia yang memakai media sosial seperti facebook, whatsapp, instagram, dan youtube,” ucapnya.

Tapi, menurutnya ada sebagian daerah yang belum sepenuhnya terakses dengan internet, dan ini perlu adanya perhatian dari pihak terkait.

“Sulawesi Utara masuk lima besar indeks kerawanan jaringan. Padahal kampanye digital saat ini perlu demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tandasnya.

Sementara, Kaprodi Jurusan Ilmu Komunikasi Dr Jackelin Lotulung S.Sos M.I.Kom, yang juga pembicara mengajak dalam mensukseskan Pilkada dan menghindarkan black campaign serta potensi kecurangan lainnya, maka diharapkan adanya peran semua pihak.

“Ini tugas kita semua, yakni melakukan pengawasan dan turut membantu mensosialisasi agar pemilih terhindar dari berita hoax serta juga mengetahui aturan dalam Pilkada kali ini,” beber Lotulung.

FGD berlangsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Diskusi berjalan lancar dan setiap peserta berpartisipasi aktif dalam berdiskusi.

(Yaya Piri)