BEM Unsrat Kecam Audiensi Mahasiswa se-Sulut dengan Agus Fatoni

bem unsrat kecam audiensi mahasiswa se sulut dengan agus fatoni
(Foto Ist)

KOMUNIKASULUT.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado mengecam proses audiensi yang dilakukan ‘mahasiswa se-Sulawesi Utara,’ dengan Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Sulut, Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si, Senin (12/10/2020) silam.

Kala itu, kegiatan berlangsung di ruang rapat F. J. Tumbelaka, Kantor Gubernur Sulut. Bahasannya soal polemik Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, yang sementara menuai gelombang protes dari jaringan aktivis mahasiswa se Indonesia. Termasuk di Sulut.

Pelaksana Harian (Plh) BEM Unsrat, Viola Pongajow menilai pertemuan itu tidak prosedural dan tidak etis. Ia juga mengklarifikasi, bahwa BEM Unsrat tidak pernah mengutus perwakilan ke lokasi. Karena tidak beroleh undangan resmi dari pemerintah.

“BEM Unsrat tidak mendapat undangan tertulis maupun tidak tertulis dari Pemda Sulut. Setelah dikonfirmasi, kawan-kawan mahasiswa yang hadir dalam dialog tersebut, juga tidak mendapatkan undangan tertulis. Ada yang hanya diundang dari telepon, ada pula yang hadir karena perintah dari pimpinan kampus,” bukanya.

“Tidak etis ketika pemerintah daerah mengadakan pertemuan resmi yang mengundang banyak media, tanpa undangan tertulis bagi pihak yang diundang. Kami juga menyoroti latar ruangan pertemuan yang tidak memajang lambang negara, yaitu Garuda Pancasila,” sambung mahasiswi semester 7, dari Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Unsrat itu.

Diketahui, mahasiswa yang hadir berasal dari Unsrat, IAIN, UNPI, dan UTSU. Ini disorot Viola. Ia menganggap kehadiran mereka, tidak bisa serta-merta merepresentasikan seluruh kampus di Nyiur Melambai.

“Sekali lagi kami mengecam pihak-pihak yang mengatasnamakan mahasiswa se-Sulut. Perguruan tinggi di Sulut tidak hanya ada empat. Kenapa mengatasnamakan mahasiswa se-Sulut? Jika yang hadir hanya segelintir orang, yang sengaja mereka pilih,” tandasnya, Rabu (14/10/2020).

Di sisi lain, BEM Unsrat telah mengeluarkan pernyataan sikap kepada awak media, mengenai proses audiensi tersebut. Berikut lampiran lengkapnya.

PRESS RELEASE
KAMI MASIH BERSAMA #MOSITIDAKPERCAYA

Terkait dengan adanya audiensi dengan Pjs. Gubernur Sulawesi Utara pada tanggal 12 Oktober 2020, yang mengatasnamakan mahasiswa se-Sulawesi Utara, maka kami Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi menegaskan bahwa:

  1. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi tidak pernah mendapat undangan resmi maupun tidak resmi, dari pihak Pemerintah Daerah Sulawesi Utara terkait audiensi tersebut.
  2. Setiap orang/ kelompok yang mengikuti audiensi tersebut, berdiri atas nama individu. Dan terlepas dari jabatan yang dipegangnya dalam organisasi kemahasiswaan Unsrat. Sehingga, tidak dapat diklaim atas nama BEM ataupun perwakilan mahasiswa Universitas Sam Ratulangi.
  3. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi masih berdiri bersama barisan #MosiTidakPercaya, yang menolak adanya UU Cipta Kerja.
  4. Aksi bersama Aliansi Sulut Bergerak yang dilakukan pada tanggal 8 Oktober 2020, adalah sebuah bentuk protes terhadap perilaku pemerintah dan para wakil rakyat, yang terburu-buru mengesahkan UU Cipta kerja yang cacat formil.
  5. BEM Unsrat menjamin dan menyatakan dengan tegas, bahwa aksi tersebut terlepas dari kepentingan dan tunggangan dari satu atau sebagian pihak.

Sebagaimana disebutkan dalam poin-poin tersebut, maka BEM Universitas Sam Ratulangi mengecam pihak-pihak yang mengatasnamakan mahasiswa se-Sulawesi Utara. Khususnya mahasiswa Universitas Sam Ratulangi, untuk mencapai tujuan pribadi/ kelompok yang tidak memihak rakyat.

Manado, 13 Oktober 2020

Pelaksana Harian (Plh) Ketua BEM Universitas Sam Ratulangi, Viola D. Pongajow. (Red)