Ketua TAPD Manado Diduga Ancam Aaltje Dondokambey, untuk Muluskan Pembahasan APBD-P

aaltje dondokambey
Dra. Aaltje Dondokambey, M.Kes, Apt. (Foto Ist)

KOMUNIKASULUT.COM – Tertundanya pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) Manado tahun 2020, berbuah polemik di masyarakat dan di lingkungan legislator sendiri.

Tak ayal belakangan ini, para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado beroleh ‘serangan’ dari berbagai pihak. Baik di ranah eksternal maupun internal.

Ini seperti yang menimpa Ketua DPRD Manado, Dra. Aaltje Dondokambey, M.Kes, Apt, saat pertemuan dengan Badan Anggaran (Banggar) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Jumat (16/10/2020).

Aaljte mengakui, kala itu ia mendapat nada ancaman dari Ketua TAPD Kota Manado yang juga menjabat Sekretaris Pemerintah Kota Manado, Mickler Lakat, S.H, M.H. Disinyalir, sejumlah praktik lobi intimidatif juga dialaminya.

“Saat pertemuan Banggar dan TAPD tadi, saya disuruh tanda tangan. Tapi saya tidak mau. Sekot (Mickler, red) ini yang bilang, ‘Tau toh kalau pak wali marah bagaimana?’ Kiapa dorang so ba ancam dan marah?” sahutnya, mengutip kalimat Mickler.

Tidak terpengaruh dengan intimidasi itu, Aaljte tetap berpegang pada mekanisme pembahasan APBD-P yang sedang berlangsung. Ia tidak ingin mengambil keputusan yang gegabah dan non prosedural.

“Kita bilang, ‘Kenapa mo tako. Sama-sama penduduk asli kwa. Orang Manado asli leh kita ini.’ Pada intinya, kami akan membahas APBD-P setelah dana pinjaman dipisahkan dari dokumen KUA-PPAS,” tegasnya.

“Tanggal 30 September lalu kalau tidak salah, sekretaris dewan meminta saya bertemu dengan walikota secara empat mata. Tapi saya tidak mau. Saya tidak ingin dicurigai ada apa-apanya. Jadi saya menolak bertemu dengan walikota,” tandas legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Paal Dua – Tikala itu.

Adapun, Sekdakot Manado belum dapat dikonfirmasi awak media terkait dugaan praktik intimidasi tersebut. (Red)