Pemprov Minim Sosialisasi, Sulut Peringkat Dua Nominasi ‘Tidak Percaya Corona’

agus-fatoni-bersama-peserta-kegiatan
Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si (tengah/cokelat) bersama peserta kegiatan.

KOMUNIKASULUT.COM – Sulawesi Utara dinominasikan provinsi kedua terbanyak, yang masyarakatnya tidak percaya penularan Covid-19 di Indonesia. Sedangkan puncak klasemen ditempati Maluku.

Setelah ditinjau, ini merupakan buntut dari kurangnya sosialisasi dan edukasi berkala, kepada 2.506.981 penduduk Bumi Nyiur Melambai (Data Badan Pusat Statistik/ BPS Sulut 2019).

Ini diungkapkan Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Sulut, Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si, dalam Rapat Tindak Lanjut Surat Penunjukan Tim Kerja Pelaksanaan Kegiatan Gerakan Sulut Bermasker, Kamis (15/10/2020).

“Sulut termasuk dalam urutan kedua setelah Maluku, terkait ketidakpercayaan masyarakat tentang penularan Covid-19. Ini dikarenakan kurangnya edukasi mengenai Covid-19. Sekitar 700 ribu masyarakat sulut tidak percaya adanya Covid-19, atau tidak takut terpapar Covid-19. Sedangkan kalau tingkat nasional berkisar 17%,” paparnya.

Ini menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sulut. Untuk itu, Fatoni berpesan kepada warga supaya tidak meremehkan keberadaan pandemi. Meskipun sebagian masyarakat tidak pernah merasakan dampak langsung dari virus tersebut, tapi sebaiknya jangan pernah bertaruh dengan kondisi saat ini.

Bagaimanapun, pemerintah sebagai saksi mata terhadap ribuan kasus positif Covid-19 di Sulut, bisa menjamin tingginya ancaman kematian dari penyakit ini. Sehingga, rajin menerapkan protokol kesehatan jadi salah satu langkah pencegahan terbaik.

“Semua jajaran masyarakat terus menjunjung tinggi protokol kesehatan 4M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. Budaya memakai masker harus diedukasi dengan baik dan tepat sasaran, agar masyarakat lebih peduli akan penyakit ini,” ujar Fatoni.

Dalam kegiatan itu, Fatoni didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Sulut, Edwin Silangen, S.E, M.S, dan Asisten 3 Bidang Adminsitrasi Umum Pemprov Sulut, Asiano Gemmy Kawatu, S.E, M.Si, dalam kegiatan itu.

Diketahui, terdapat 4.985 kasus positif Covid-19 di Sulut sampai Minggu (18/10/2020). Sedangkan korban meninggal berjumlah 186, dan pasien sembuh 4.183 orang.

Peliput: Yobel Sulu/ Daniel Sumolang