Pimpinan Bawaslu Sulut Ingatkan Paslon Tunjukan Sikap Kenegarawan

KOMUNIKASULUT.COM, – Pimpinan Bawaslu Sulawesi Utara (Sulut), Supriyadi Pangellu, minta seluruh pasangan calon (Paslon) kepala daerah, agar menunjukan sikap kenegarawan dengan mematuhi aturan selama tahapan Pilkada.

“Semua kontestan Pilkada di Sulut, tidak memiliki sikap negarawan, padahal mereka adalah teladan yang harus dicontohi sikapnya, jadi jangan melanggar aturan,” kata Pangellu, di Manado.

Dia mengatakan, Pilkada di tengah pandemi sudah diatur mendetail regulasinya, dan telah disosialisasikan secara masif kepada paslon, tim dan juga para pendukung dalam hal ini masyarakat, maka jangan ada kesengajaan untuk melanggar.

“Namun, nyatanya hal itu dipandang sebelah mata oleh peserta Pilkada, dan lebih suka menabrak aturan dengan tidak memberlakukan protokol kesehatan,” katanya.

Dia mengingatkan, bahwa regulasi kali ini tidak hanya aturan larangan kampanye, namun ditegaskan terkait protokol COVID-19

“Semestinya sebagai calon pemimpin harusnya mengedukasi para tim, dan pendukung masing-masing,jangan mempertontonkan semacam aksi “showforce” arak-arakan yang menimbulkan kerumunan,” katanya.

Seharusnya, menurut Pangellu, di tengah pandemi wajid memberikan edukasi, kepada para pendukungnya.

Apalagi katanya, yang menjadi peserta Pilkada dan para tim adalah merupakan tokoh-tokoh, seharusnya memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Misalnya Pilkada ini di tengah pandemi, mohon untuk tidak melakukan arak-arakan, tidak berkerumun, berbaris di jalan untuk menjemput paslon pada kegiatan tertentu,” katanya.

Dia mengingatkan seluruh kontestan untuk mendidik masyarakat dengan cara-cara yang baik, agar taat pada regulasi dan selalu mengimbau masyarakat, agar menerapkan protokol kesehatan.

Putera Porodisa itu menambahkan, banyak laporan yang masuk di Bawaslu dan paling dominan adalah terkait pelanggaran protokol kesehatan, memang seperti itu.

Dia kembali menegaskan jangan menunggu sudah ditindak Bawaslu, kemudian menyangkal tidak mengundang masyarakat untuk hadir ditempat tersebut.

“Hal seperti itu menurut kami adalah lucu-lucuan. Tidak mungkin warga datang sementara tanpa informasi atau pemberitahuan, jadi sebaiknya taat saja pada aturan, supaya tidak ditindak karena melanggar,” katanya.***