KPU-GAMKI Ajak Milenial Sulut Berperan Aktif dan Peduli dengan Pilkada

pemateri-dalam-sosialisasi-pilkada-kpu-dan-gamki-sulut
Moderator (kiri) dan para pemateri. (Foto Ist)

KOMUNIKASULUT.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Utara dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sulut, mengajak milenial untuk berpartisipasi secara maksimal di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

Ini disampaikan para pemateri sosialisasi Pilkada berbasis pemilih, di Tambala Hills Café and Resto, Tanawangko, Minahasa, Rabu (4/11/2020).

Di kesempatan itu, Dr. Goinpeace Tumbel, M.Si, membawakan topik Pemilihan Kepala Daerah yang Bermartabat dan Berintegritas. Ia menjelaskan betapa pentingnya peran pemuda dalam kontestasi Pilkada Sulut.

“Mewujudkan Pilkada yang bermartabat dan berintegritas, tidak hanya menjadi tugas dan tanggungjawab penyelenggara. Baik itu KPU maupun Bawaslu. Generasi muda harus bertanggungjawab. Generasi muda harus mengambil peran itu,” ungkap Tumbel dalam materinya.

Demikian juga, “Generasi muda tidak boleh terseret dengan praktik politik uang, yang merusak dan mengancam proses demokrasi. Karena, dampak dari praktik kotor tersebut adalah memilih pemimpin yang tidak berkualitas,” pesan akademisi di Sulut itu.

Membawakan materi bertajuk Partisipasi Masyarakat dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut (Pilgub), Meidy Tinangon, S.Si, M.Si, memberikan persepsinya mengenai kedudukan generasi muda di tengah tahapan pesta demokrasi.

“Ada banyak hal yang bisa dilakukan anak-anak muda sebagai wujud partisipasinya, di Pilkada Sulawesi Utara. Tidak hanya sekedar datang TPS untuk menyalurkan hak pilih, tetapi harus menjadi pelopor Pilkada yang damai dan sehat,” ulas Komisioner KPU Sulut tersebut.

Selain itu, Mejkel Lela yang merupakan penasehat GAMKI Sulut/ Pemerhati Pemuda/ Jurnalis, juga menjelaskan betapa idealnya kompetensi kaum muda nasrani sebagai pengawal Pilkada.

“Pilkada 2020 perlu dijadikan momentum berharga bagi pemuda-pemuda Kristen. Tidak sekedar berpartisipasi aktif, tapi peduli dengan proses Pilkada dengan beberapa alasan, yaitu pemuda memiliki idealisme dan berpikir kritis. Sehingga, bisa menjadi pengawal Pilkada yang demokratis,” ungkapnya.

“Pemuda Kristen harus menjadi tiang informasi yang baik soal politik dan Pilkada, kepada masyarakat. Tidak menjadi pelaku penyebar berita hoax, karena pendidikan pemuda lebih luas dan informasi yang didapat juga banyak. Ditambah, penguasaan media sosial lebih didominasi oleh anak-anak muda,” simpul Lela.

Sosialisasi bertemakan Pilkada Damai dan Sehat, Rakyat Selamat, Daerah Aman, Maju dan Sejahtera. Ini merupakan bentuk kerja sama KPU Sulut dan GAMKI Sulut, demi meningkatkan kontribusi muda-mudi di Pilkada 2020. Terlebih khusus di ranah Pilgub Sulut.

Kegiatan diikuti kalangan muda dari Manado, Tomohon, dan Minahasa Selatan. (*/RE)