Pangellu: KPU Harus Lebih Masif Sosialisasikan Gunakan Hak Pilih Pada 9 Desember

Komisioner Bawaslu Sulut, Supriyadi Pangellu

KOMUNIKASULUT.COM – Pimpinan Bawaslu Sulut Supriyadi Pangellu,SH,MH mengatakan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus lebih masif lagi mensosialisasikan kepada masyarakat untuk wajib menggunakan hak pilihnya pada 9 Desember.

“KPU harus lebih masif bekerja, untuk membuat masyarakat sadar bahwa menggunakan hak pilihnya itu akan ikut menentukan nasib daerah ini lima tahun kedepan,” kata Pangelu, di Manado.

Selain itu, kata dia, KPU juga harus bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga yang akan menggunakan hak pilihnya dari ancaman COVID-19.

Tak hanya itu, proses simulasi yang dibuat bukan hanya mengedepankan tahapan-tahapan yang akan dilalui, namun, bagaimana mengantisipasi membludaknya antrian saat pencoblosan nanti.

“Paling tidak KPU harus memetakan potensi-potensi yang akan muncul di TPS nanti seperti apa. Disa satu sepekan lebih ini seyogyanya KPU lebih memasifkan sosialisasi. Namun juga ke masyarakat sendiri, jika kampanye yang dilarang didatangi banyak orang, tapi justru ditabrak, kami meminta hal itu sewajibnya juga dilakukan saat pemilihan nanti. Masyarakat tidak perlu takut,”kata putera Porodisa itu, tadi malam.

Lanjutnya, pemilihan adalah tanggungjawab bersama, maka peserta pemilu juga wajib meyakinkan masyarakat bahwa harus datang ke TPS untuk menggunakan hak pilih, terutama bagi tim kampanye dan tim sukses harus mengedukasi masyarakat.

“Karena itulah maka kami juga sebagai pengawas pemilu turut mendorong agar angka paritisipasi pemilih 9 Desember nanti sesuai yang diharapkan bersama. Masyarakat mesti sadar bahwa nasib masa depan daerah lima tahun kedepan ditentukan saat masyarakat mendatangi TPS. Bawaslu menjamin suara rakyat tersampaikan dengan aturan-aturan yang berlaku,” kata Kordiv Hukum, Humas dan Datin Bawaslu Sulut itu.

Di sisi lain, Pangellu, mengatakan, jika KPU tak masif melakukan sosialisasi di sisa waktu sepekan ini, maka akan berdampak pada menurunkan angka partisipasi masyarakat dalam Pilkada ini.

Maka untuk mengantisipasi kemungkinan tingginya angka golput itulah, maka KPU dan peserta Pemilu yakni para calon, harus kerja ekstra, sebab Bawaslu juga bekerja ekstra ikut mengajak warga menggunakan hak pilihnya.**